Tragis! Buku Tulis Tak Terbeli, Bocah SD di Ngada Berakhir Gantung Diri di Pohon Cengkih

Rabu 04-02-2026,10:33 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

BACA JUGA:Bejat! Wasit Sepak Bola Nasional Jual Istri, Dipaksa Layani Pria Lain hingga Alami Kekerasan Seksual

"Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal," ujar Dion, Selasa 03 Februari 2026.

Dion menyebut kondisi ekonomi keluarga korban memang berat. Ibu YBR menanggung kebutuhan lima anak seorang diri. Ayah korban telah berpisah dari keluarga sejak sekitar 10 tahun lalu.

"Hidupnya (ibu korban) susah," kata Dion.

Pernyataan Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan duka dan keprihatinan atas meninggalnya bocah tersebut. Ia menilai peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

"Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama," kata Saifullah Yusuf di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 03 Februari 2026.

Ia menekankan pentingnya pendampingan terhadap keluarga tidak mampu. Menurutnya, penguatan basis data menjadi kunci agar keluarga yang membutuhkan perlindungan sosial dapat terjangkau.

BACA JUGA:Red Notice Sudah Terbit, Kenapa Buronan Internasional Riza Chalid Belum Ditangkap?

"Ya tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata," ujarnya.

"Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai kasus tersebut. Ia menyatakan akan menelusuri lebih lanjut penyebab kejadian.

"Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya," ujarnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa gantung diri itu terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. YBR ditemukan tergantung di pohon cengkih yang berada di kebun milik neneknya. Lokasi pohon hanya sekitar tiga meter dari pondok tempat korban biasa tinggal.

BACA JUGA:Heboh BPJS Kesehatan PBI Nonaktif, Ini yang Harus Dilakukan Peserta

Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menyebut pohon cengkih tersebut memiliki tinggi sekitar 15 meter. Tali yang digunakan korban diperkirakan sepanjang lima meter.

YBR tinggal bersama neneknya di pondok kebun itu. Orang tuanya menetap di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR bermalam di rumah orang tuanya. Paginya, ia kembali ke pondok. Ia tidak berangkat ke sekolah.

Kategori :