JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Menteri Perdagangan atau Mendag yaitu Budi Santoso sudah memastikan pada harga daging sapi secara nasional akan masih berada di dalam batas yang sangat aman menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2026.
Pada pemerintah juga akan terus mengawal pada distibusi dan pasokan agar pada kebutuhan masyarakat terus terpenuhi.
Budi Santoso mengatakan, bahwa pada harga daging sapi pada saat ini masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Selain itu juga, pada pasokan tambahan dari impor juga kini mulai masuk ke dalam negeri.
BACA JUGA:Red Notice Menyebar ke 196 Negara, Riza Chalid Masih Dicari
"Jadi begini kalau saya cek tadi itu harga daging ya rata-rata nasional kan Sekarang Rp 141-142 ribu lah HETnya kan Rp 150 ribu. Kita memang beberapa kan impor dari swasta maupun BUMN Jadi kan kalau perizinannya kan Januari kan ya baru pada keluar ya sebagian sudah nyampe ya tetep kita kemarin juga sudah ketemu BUMN untuk segera merealisasikan" ucap Budi Santoso.
Budi Santoso juga sudah menegaskan bahwa tidak ada praktik dari penahanan stok oleh pelaku usaha.
Kini pemerintah sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan para distributor untuk dapat memastikan pada kelancaran pasokan menjelang lonjakan dari permintaan pada saat lebaran nanti.
"Jadi enggak ada itu kok ditahan-tahan (stok) juga enggak. Tapi kita menghadapi sebentar lagi Lebaran ya, kemarin kita sudah-sudah rakor dengan para dinas, para distributor pada prinsipnya siap untuk memasok. Jadi gak ada yang simpen-simpen tuh” ucapnya.
BACA JUGA:Pengemudi Ojol Menjerit, Program Layanan Baru Aplikasi Makin Mengancam Penghasilan
Pemerintah akan terus memantau pada pergerakan harga serta pada kelancaran dari distribusi daging sapi di berbagai daerah menjelang hari besar keagamaan tersebut.
Menteri Pertanian yaitu Andi Amran Sulaiman sudah memastikan bahwa pada daging sapi akan stabil pada saat Ramadhan dan Idul Fitri 2026 nanti.
Pemerintah telah sepakat untuk mematokan harga Rp 55.00 per kilo gram sapi hidup ke tempat potong hewan.
"Kami cek, masih di bawah HAP. Rp 55.000 per kilogram. HAP-nya Rp 56.000 per kilogram. Kalau ada aku temukan di antara (pemegang kuota impor sapi/kerbau bakalan) 700 ribu ekor, ini perusahaannya 80 perusahaan, aku temukan (melanggar HAP), aku cabut izinnya" ucap Amran Sulaiman.