Demam Tinggi Bisa Jadi Gejala Virus Nipah? Begini Penjelasan Epidemiolog

Jumat 30-01-2026,23:49 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

“Ini sering terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan jika tidak menggunakan alat pelindung diri yang memadai,” ujarnya.

Karena itu, tenaga kesehatan, anggota keluarga pasien, dan perawat menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menangani pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus.

Gejala awal kerap menipu

Salah satu kesulitan dalam mendeteksi virus Nipah adalah gejalanya yang tidak spesifik pada tahap awal. Dicky menjelaskan, tanda awal infeksi sering menyerupai penyakit flu biasa.

Gejala yang muncul antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, batuk, hingga sesak napas. Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi radang otak atau ensefalitis.

Pasien dalam kondisi berat bisa mengalami kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Tingkat kematian pada kasus berat dilaporkan cukup tinggi, berkisar antara 40 sampai 75 persen.

BACA JUGA:Kisah di Balik Lahirnya Iklan Pop-up dan Penyesalan Penciptanya

Pencegahan jadi langkah paling penting

Karena belum tersedia vaksin maupun terapi khusus, pencegahan menjadi satu-satunya cara efektif untuk menekan risiko penularan virus Nipah.

Kementerian Kesehatan bersama para ahli mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi buah yang terlihat bekas gigitan hewan, selalu mencuci dan mengupas buah sebelum dimakan, menghindari konsumsi nira atau produk hewani mentah, serta tidak menyentuh hewan yang sakit atau mati mendadak.

“Virus Nipah adalah contoh nyata bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terhubung,” kata Dicky.

Kategori :