Demi menampilkan iklan yang lebih relevan, aktivitas pengguna mulai dipantau, dianalisis, dan dikomersialkan secara sistematis.
Zuckerman, yang kini berkiprah sebagai akademisi di Universitas Massachusetts dengan fokus pada kebijakan publik dan komunikasi, mengakui bahwa dampak tersebut jauh melampaui niat awalnya. Menurut dia, pop-up menjadi pintu masuk bagi perubahan besar dalam ekosistem internet.
BACA JUGA:Update iOS 12.5.8 Tersedia untuk iPhone 5s dan iPhone 6, Apple Lagi Kesambet?
Ruang digital yang sebelumnya relatif bebas perlahan berubah menjadi arena pengawasan. Perusahaan teknologi, pengiklan, hingga pihak lain mulai mengumpulkan data pengguna secara masif demi kepentingan bisnis.
Apa yang bermula sebagai solusi pragmatis untuk menyelamatkan perusahaan rintisan, akhirnya membentuk fondasi industri periklanan digital modern. Industri yang hingga kini terus menuai kritik karena dianggap terlalu agresif dan invasif terhadap privasi.
Atas semua dampak itu, Zuckerman menyampaikan permintaan maafnya kepada publik. Ia mengakui bahwa inovasi yang ia ciptakan justru ikut membentuk wajah internet yang kini banyak dipersoalkan, sebagaimana dihimpun dari FastCompany.