JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kabar wafatnya Lula Lahfah menyisakan perhatian publik terhadap kondisi kesehatannya sebelum meninggal. Dari sejumlah informasi yang beredar, Lula diketahui sempat mengalami gangguan pada sistem pencernaan. Salah satunya disebut sebagai pembengkakan usus.
Informasi itu mencuat dari tangkapan layar percakapan antara Lula dan selebgram Keanu yang beredar di media sosial. Dalam percakapan tersebut, Lula mengungkapkan dirinya harus menjalani pemeriksaan kolonoskopi untuk mengetahui kondisi organ pencernaannya secara lebih detail.
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Aru Ariadno SpPD-KGEH menjelaskan istilah pembengkakan usus merupakan penyebutan awam yang kerap digunakan masyarakat. Dalam dunia medis, kondisi itu biasanya merujuk pada peradangan di saluran cerna atau usus.
Menurut dr. Aru, gangguan tersebut dapat menimbulkan sejumlah keluhan yang cukup mengganggu aktivitas harian. Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah nyeri perut yang berlangsung terus-menerus.
"Gejalanya biasanya dimulai adanya rasa nyeri di perut, nafsu makan menurun, berat badan turun, bentuk dari BAB berubah menjadi tidak normal," kata dr. Aru pada wartawan, Senin 26 Januari 2026.
BACA JUGA:Polisi Telusuri Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Belum Hadir Pemeriksaan
Ia menjelaskan penyebab pembengkakan usus sangat beragam. Faktor pemicunya bisa berasal dari infeksi bakteri atau virus, efek samping obat-obatan, penyebab yang tidak diketahui secara pasti, hingga penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease atau IBD. Gangguan pergerakan usus juga dapat memicu kondisi serupa.
Untuk mencegah gangguan pada saluran cerna, dr Aru menyarankan masyarakat menjaga pola hidup sehat. Konsumsi air putih yang cukup serta makanan berserat tinggi menjadi langkah dasar yang penting. Ia juga mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan cepat saji, minuman bersoda, serta alkohol.
"Kebiasaan makan yg rendah serat, kurang minum, terlalu banyak junk food, minum dan makanan yg tercemar membuat saluran pencernaan menjadi sakit," ujar dr. Aru.
Lantas, apakah pembengkakan usus bisa menyebabkan kematian secara mendadak. Menurut dr. Aru, kondisi tersebut memang berpotensi menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan baik. Namun, pembengkakan usus tidak serta-merta menyebabkan kematian secara tiba-tiba.
Pada kasus peradangan usus berat seperti IBD, pasien dapat mengalami gangguan buang air besar yang disertai lendir atau darah. Kondisi itu juga bisa disertai penurunan berat badan yang signifikan, robekan pada saluran cerna, hingga penyumbatan usus.
BACA JUGA:Bukti Baru Muncul, Aurelie Moeremans Siap Melawan
"Bisa fatal tetapi tidak menyebabkan kematian mendadak. Biasanya akan timbul rasa nyeri di perut yang berlangsung lama, berat badan turun sampai sulit BAB. Bisa berlangsung berbulan-bulan dan pasien datang ke RS karena rasa nyerinya," tandas dr. Aru.
Ia menegaskan, gejala tersebut umumnya berkembang perlahan dan berlangsung dalam waktu cukup panjang. Karena itu, pemeriksaan medis sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.