Masih Bekerja di Hari Terakhir, Programmer di Guangdong Meninggal Usai Lembur

Selasa 27-01-2026,11:47 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Seorang pria asal Guangdong, China, meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung pada 29 November 2025. Pria bernama Gao Guanghui itu diduga mengalami gangguan kesehatan serius akibat beban kerja yang tinggi sebagai seorang programmer.

Mengutip laporan Mothership, Gao baru saja mendapat promosi sebagai manajer departemen. Posisi baru tersebut membuat intensitas kerjanya meningkat tajam. Ia kerap lembur hingga larut malam, bahkan sampai hari terakhir hidupnya.

Dari ponsel Gao, ditemukan pesan dari sang istri yang memintanya segera pulang untuk beristirahat. Pesan itu dikirim saat Gao masih bekerja.

"Di mana kamu? Bisakah kamu segera pulang? Tahukah kamu bahwa kami masih menunggumu pulang?" tulis pesan tersebut.

Pada pagi 29 November, Gao bekerja dari rumah seperti biasa. Namun, kondisi tubuhnya mendadak melemah. Ia merasa tidak enak badan dan kesulitan berdiri. Karena itu, ia segera dibawa ke rumah sakit.

BACA JUGA:Kasus Virus Nipah di India Melonjak, WHO Beri Alarm Waspada Internasional

Sebelum berangkat, Gao sempat meminta istrinya membawa laptop ke rumah sakit. Ia mengira kondisinya tidak serius dan masih berniat melanjutkan pekerjaan.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisinya memburuk. Gao tiba-tiba pingsan dan mengalami kejang. Dikutip dari Must Share News, para tetangga segera menghubungi layanan darurat dan bergantian melakukan resusitasi jantung paru sambil menunggu tim medis datang.

Petugas medis tiba di lokasi pada pukul 09.14 waktu setempat. Sekitar pukul 09.46, Gao dibawa ke Rumah Sakit Afiliasi Kedua Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China di Provinsi Guangdong dalam kondisi koma.

Upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Gao dinyatakan meninggal dunia secara klinis pada pukul 13.00.

Berdasarkan catatan medis, penyebab kematian Gao adalah henti napas dan henti jantung mendadak yang berkaitan dengan sindrom Stokes-Adams. Kondisi ini menyebabkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba akibat gangguan irama jantung.

BACA JUGA:Bukti Baru Muncul, Aurelie Moeremans Siap Melawan

Keluarga kemudian menemukan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir Gao yang dilakukan pada Juni 2024. Dalam hasil tersebut, elektrokardiogram menunjukkan kondisi jantung yang masih normal.

Meski demikian, aktivitas kerja Gao pada hari kematiannya tergolong padat. Data penelusuran menunjukkan ia masih mengakses sistem internal perusahaan setidaknya lima kali pada pagi hari sebelum insiden terjadi.

Malam sebelumnya, Gao juga sempat memberi tahu istrinya bahwa ia memiliki tugas penting yang harus diselesaikan keesokan hari. Tercatat ada empat pekerjaan departemen yang harus diselesaikan pada 29 November.

Kategori :