JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, tradisi masyarakat Tionghoa kembali menghadirkan sajian khas yang bukan sekadar lezat dinikmati.
Berbagai hidangan yang tersaji di meja makan memiliki makna dan filosofi mendalam yang diyakini membawa keberuntungan sepanjang tahun yang baru.
1. Ikan
Ikan dalam bahasa Mandarin “yu” mirip dengan kata untuk surplus atau kelimpahan, yang mencerminkan harapan agar rezeki tidak pernah kurang di tahun yang akan datang.
BACA JUGA:Terseret Kasus Korupsi, Immanuel Ebenezer Justru Minta Dihukum Mati
Ikan biasanya disajikan utuh dengan kepala dan ekor tetap berada di piring agar simbol awal dan akhir yang baik selalu ikut hadir dalam keluarga.
Beberapa jenis ikan tertentu bahkan dipilih berdasarkan makna fonetiknya oleh masyarakat yang merayakan tradisi ini.
Kebiasaan meninggalkan sedikit sisa ikan di piring juga menjadi simbol harapan surplus yang terus berlanjut di tahun yang baru.
2. Pangsit
BACA JUGA:Kata Kasar Masuk KBBI, Ini Alasan di Baliknya
Pangsit atau jiaozi bentuknya mirip dengan syiling perak kuno, yang dipercaya bisa membawa harapan akan kekayaan dan rezeki yang berlimpah.
Semakin banyak pangsit yang disantap bersama keluarga dianggap sebagai simbol pertambahan rezeki yang menanti di tahun yang baru.
Cara memasaknya pun beragam, entah direbus, dikukus, atau digoreng, tetapi makna filosofisnya tetap sama yaitu harapan kemakmuran.
3. Ayam Utuh
BACA JUGA:Ditemukan Bersimbah Darah, Perempuan di Desa Golan Tewas Tertutup Sarung di Rumah
Ayam utuh menjadi simbol keberuntungan dan kesatuan keluarga karena penyajiannya yang lengkap tanpa terpotong, menunjukkan persatuan yang utuh sekaligus harapan baik di awal tahun baru.
Dalam bahasa Mandarin, kata yang digunakan untuk ayam memiliki konotasi yang mirip dengan “keberuntungan” serta “kemakmuran”, sehingga hidangan ini sangat dihormati di meja makan Imlek.