Purbaya Buka Peluang Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis

Rabu 21-01-2026,20:46 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi isyarat akan melakukan penelusuran ulang terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis pada pekan depan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan belanja negara berjalan efisien dan tepat sasaran.

Purbaya mengatakan, berkaca pada realisasi tahun sebelumnya, anggaran program Makan Bergizi Gratis pada tahun berjalan berpotensi kembali tidak terserap sepenuhnya. Ia memperkirakan kebutuhan anggaran program tersebut berada di kisaran Rp200 triliun.

“Kalau kami hitung, paling Rp200 triliun juga cukup mungkin. Tapi nanti kami lihat. Kami akan lihat yang inefisien saja. Tapi program itu program bagus, kami akan dukung supaya jalannya maksimal," ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Selasa 20 Januari 2026.

Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Makan Bergizi Gratis sebesar Rp335 triliun. Namun, besarnya pagu tersebut masih akan dievaluasi untuk memastikan efektivitas penyerapan anggaran.

Purbaya mencontohkan pengalaman pada perencanaan anggaran tahun 2025. Saat itu, terdapat alokasi belanja untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua yang ditujukan untuk mendukung operasional program. Namun hingga akhir tahun anggaran, sebagian kendaraan tersebut belum terdistribusi.

BACA JUGA:Ironis! Gaji Guru Kalah Sejahtera dari Sopir MBG, Ahli Pendidikan Soroti Potensi Kesenjangan Sosial

“Lumayan kan bisa saya coret (pos anggaran). Tapi saya akan lihat, masih ada atau nggak (pos anggaran) itu,” kata mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan tersebut.

Data APBN KiTa edisi Januari 2026 mencatat, hingga 31 Desember 2025, realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp 51,5 miliar. Angka tersebut setara dengan 72,5 persen dari pagu Rp 71 miliar pada APBN 2025.

Dari total realisasi tersebut, nilai manfaat yang langsung diterima masyarakat tercatat sebesar Rp 43,3 miliar. Dana itu digunakan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil dan menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di berbagai daerah.

Secara nasional, jumlah penerima manfaat program ini mencapai 56,13 juta orang. Angka tersebut masih berada di bawah target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis juga melibatkan pelaku usaha di sektor pangan dan jasa. Hingga akhir 2025, program ini dijalankan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Indonesia dan menyerap tenaga kerja sebanyak 789.319 orang.

BACA JUGA:Waduh! Cek Bansos 2026 Tak Muncul Gara-Gara Kesalahan Ini

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah kembali menetapkan alokasi sebesar Rp 335 triliun guna melanjutkan program Makan Bergizi Gratis. Dari jumlah tersebut, belanja yang disalurkan melalui kementerian dan lembaga, khususnya Badan Gizi Nasional, mencapai Rp 268 triliun.

Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp 67 triliun dicadangkan atau setara dengan sekitar 20 persen dari total pagu. Dana cadangan tersebut disiapkan sebagai ruang fiskal untuk penyesuaian pelaksanaan program.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menargetkan pembangunan 33.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur Makan Bergizi Gratis sepanjang 2026. Pembangunan tersebut dilakukan untuk mengejar cakupan penerima manfaat secara nasional.

Kategori :