JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Anggota DPR RI dari Komisi III secara tegas mendorong Kepolisian untuk meningkatkan kegiatan patroli siber secara lebih proaktif.
Dorongan ini ditujukan agar Polri dapat lebih cepat merespons serta mencegah berbagai bentuk eksploitasi seksual terhadap anak yang kian marak terjadi.
Langkah kuat tersebut muncul sebagai bentuk keprihatinan serta tanggung jawab negara dalam melindungi generasi muda Indonesia dari praktik manipulasi predator digital.
BACA JUGA:Super! Layvin Kurzawa Dirumorkan ke Persib, Mantan Duetnya Neymar di PSG!
Anggota DPR, Abdullah menegaskan bahwa patroli siber yang intensif oleh unit khusus di Polri sangat penting untuk mendeteksi serta menindak pelaku child grooming lebih cepat.
Menurutnya, patroli digital yang dilakukan secara terus menerus dapat mengungkap pola komunikasi yang digunakan pelaku untuk memanipulasi anak agar mudah dieksploitasi secara seksual lewat media sosial.
Abdullah menyampaikan bahwa pola grooming online sering kali terjadi di berbagai ruang digital seperti forum diskusi, grup chat, komunitas game daring, hingga layanan pesan instan yang kurang diawasi.
Upaya ini diharapkan mampu menyelamatkan banyak anak Indonesia yang selama ini berpotensi menjadi target predator digital jika Perlindungan terhadap mereka tidak ditingkatkan segera.
BACA JUGA:Waduh! Isu Child Grooming Memanas, Kreator Konten Ini Ragukan Cerita di Buku Broken Strings
Selain penindakan, Abdullah mengusulkan agar kepolisian aktif melakukan kegiatan edukasi bagi masyarakat tentang apa itu child grooming dan bagaimana ciri-cirinya bagi anak yang rentan.
Edukasi ini dinilai perlu agar orang tua, guru, dan komunitas lingkungan dapat lebih waspada serta membantu anak-anak memahami bagaimana menjaga diri dari bahaya predator yang menyasar lewat ruang digital.
Politikus tersebut juga meminta Polri menjelaskan prosedur pelaporan yang aman dan ramah anak sehingga korban tidak merasa takut, malu, atau ragu untuk melapor kepada pihak berwenang tepat waktu.
Kolaborasi antar lembaga seperti sekolah, keluarga, penyedia platform media sosial, hingga kementerian terkait dirasa wajib dijalin agar upaya pencegahan serta pemulihan korban child grooming dapat berjalan efektif.
BACA JUGA:Perempuan Ini Kaget Roby Tremonti Terseret Isu Grooming, Ngaku Pernah di-DM: 'Orangnya Baik'
Menurut Abdullah, pengalaman publik yang pernah dialami oleh sejumlah tokoh masyarakat sebagai korban harus menjadi pelajaran penting bahwa fenomena ini bukan kasus tunggal semata.