JAKARTA, PostingNews.id - Menjalani program diet kerap membuat orang ragu memilih makanan dan minuman. Arus informasi yang saling bertabrakan, tren diet yang cepat berganti, hingga klaim influencer di media sosial menumbuhkan anggapan bahwa hanya air putih yang aman diminum saat diet.
Cara pandang serba hitam-putih itu justru berisiko menggagalkan tujuan. Terutama bagi mereka yang terbiasa menikmati jus di pagi hari atau segelas susu bersama sereal. Pendekatan gizi yang berkelanjutan tidak bekerja dengan melarang satu jenis minuman secara mutlak. Sejumlah ahli gizi menilai beberapa minuman yang sering dicap buruk masih bisa masuk dalam pola makan penurunan berat badan. Kuncinya ada pada porsi dan cara konsumsi yang bijak. Susu Sapi Susu sapi kerap dituding karena kandungan gulanya. Sejumlah riset justru menunjukkan temuan berbeda. Konsumsi susu utuh dikaitkan dengan berat badan, indeks massa tubuh, serta risiko obesitas yang lebih rendah. “Susu memiliki banyak manfaat. Protein berkualitas tinggi dan mudah diserap dalam susu, seperti leusin, dapat merangsang pertumbuhan otot, yang membantu menjaga massa otot tanpa lemak,” kata ahli gizi olahraga Sarah Koszyk, sebagaimana dikutip dari Eating Well, Jumat, 16 Januari 2026. BACA JUGA:Bagaimana Fisika Melihat Peristiwa Isra Miraj? “Saat orang mencoba menurunkan berat badan, mereka ingin mempertahankan massa otot dan membakar lemak.” Satu cangkir susu skim mengandung sekitar 8 gram protein dengan 90 kalori. Susu bisa dinikmati sebagai camilan bergizi, bahan smoothie, atau pendamping sereal tanpa rasa bersalah. Susu Kedelai Fortifikasi Minuman berbahan kedelai juga dapat menjadi bagian dari rencana diet. Tinjauan ilmiah menunjukkan asupan protein yang memadai berperan dalam penurunan berat badan, termasuk protein dari kedelai. “Memasukkan susu kedelai ke dalam pola makan adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral saat menurunkan berat badan,” ujar ahli gizi Lauren Harris-Pincus. Satu cangkir susu kedelai fortifikasi tanpa gula mengandung sekitar 7 gram protein dan 80 kalori. Minuman ini juga menyumbang vitamin B12 yang kerap kurang pada pola makan berbasis nabati. BACA JUGA:Heboh di Medsos, Klaim Pramugari Gadungan Diterima Garuda Ternyata Palsu Kopi dengan Pemanis Alami Kopi sering kehilangan reputasi sebagai minuman diet begitu pemanis ditambahkan. Tidak semua tambahan rasa harus dihindari. “Beberapa krimer kopi memang tinggi kalori kosong dari gula dan lemak jenuh,” kata Koszyk. “Namun kopi hitam tidak selalu disukai semua orang. Memilih krimer rendah gula dan lemak jenuh tetap bisa selaras dengan tujuan penurunan berat badan.” Pemanis alami seperti monk fruit, krimer tanpa tambahan gula, atau sedikit madu dan sirup maple dapat memberi rasa tanpa menjadikan kopi sebagai sumber kalori berlebih. Jus Delima 100 Persen Jus buah kerap dianggap musuh diet. Jus delima 100 persen bisa menjadi pengecualian bila digunakan dengan tepat. “Terkadang kita membutuhkan sedikit dorongan untuk meningkatkan asupan cairan,” kata Harris-Pincus. Menambahkan sedikit jus delima ke air atau soda tawar membantu meningkatkan konsumsi cairan tanpa lonjakan gula. Asupan delima dikaitkan dengan penurunan berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah. Indikator kesehatan jantung juga menunjukkan perbaikan. Kandungan polifenolnya berperan sebagai antioksidan yang membantu menekan peradangan. BACA JUGA:Masih Berlaku! Segera Klaim Diskon Biaya Tambah Daya Listrik Januari 2026, Cek Syarat dan Rinciannya Soda Rendah Kalori dan Rendah Gula Soda diet sering memicu perdebatan. Mengganti soda bergula dengan soda nol kalori dapat memangkas asupan kalori harian dan mendukung penurunan berat badan. Meski relatif aman bila dikonsumsi moderat, soda diet tidak menyumbang nilai gizi. Karena itu, pendekatan bertahap dianjurkan. Mulai dari beralih ke soda diet, lalu perlahan menggantinya dengan air berkarbonasi yang diberi potongan buah atau herbal. Hidrasi memegang peran penting dalam mengendalikan rasa lapar. “Hidrasi membantu kita merasa kenyang dan dapat menurunkan tingkat rasa lapar,” kata Koszyk. Dalam banyak kasus, rasa lapar sebenarnya sinyal tubuh kekurangan cairan. Pilihan minuman juga mendukung kesehatan pencernaan yang berpengaruh pada pengelolaan berat badan jangka panjang. Kehadiran kalori dalam minuman tidak otomatis membuatnya harus dihindari. “Minuman yang tepat dapat meminimalkan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Fokuslah pada hidrasi dengan minuman yang sesuai dengan kebutuhan agar tujuan tercapai tanpa mengorbankan kenikmatan hidup,” ujar Koszyk.Sering Disalahpahmi! 5 Minuman Ini Ternyata Bagus Buat Diet, dari Susu hingga Soda
Jumat 16-01-2026,17:07 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya
Kategori :
Terkait
Senin 02-02-2026,08:44 WIB
Hati-hati Makan Durian, Salah Padanan Bisa Picu Masalah Kesehatan
Rabu 21-01-2026,15:00 WIB
Ingin Langsing tapi Tetap Makan Nasi, Ini Daftar 6 Beras Sehat yang Direkomendasikan untuk Program Diet!
Selasa 20-01-2026,10:09 WIB
Di Balik Senyum Pramugari, Ini Kebohongan yang Mereka Lakukan ke Penumpang
Jumat 16-01-2026,17:07 WIB
Sering Disalahpahmi! 5 Minuman Ini Ternyata Bagus Buat Diet, dari Susu hingga Soda
Rabu 29-10-2025,05:30 WIB
Info Kesehatan: Bukan Cuma Bikin Melek, Ini 5 Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari yang Jarang Diketahui!
Terpopuler
Kamis 05-02-2026,05:00 WIB
‘Goreng Saham’ PIPA Terbongkar, 3 Tersangka Dijerat Termasuk Eks Pegawai BEI
Kamis 05-02-2026,14:00 WIB
Kolaborasi Jakarta-Banten: Bendung Polor Disulap Jadi Solusi Mati Banjir dan Krisis Air!
Kamis 05-02-2026,08:00 WIB
Diteror Karangan Bunga Bermuatan Fitnah, Oky Pratama Tempuh Jalur Hukum
Terkini
Kamis 05-02-2026,20:12 WIB
Purbaya Tegaskan Pemilihan Komisioner Baru OJK Wajib Lewat Pansel
Kamis 05-02-2026,19:35 WIB
Sugiono: Tak Ada Kritik untuk Kemlu di Hadapan Prabowo Soal Board of Peace
Kamis 05-02-2026,19:12 WIB
Cak Imin Dukung Prabowo Dua Periode, Sinyal Lirik Kursi Cawapres 2029
Kamis 05-02-2026,19:03 WIB
PAN Tegas Pasang Badan Dukung Prabowo 2 Periode
Kamis 05-02-2026,18:37 WIB