JAKARTA, POSTINGNEWS.ID --- Berbeda dengan kehidupan yang terus menuntut kecepatan, slow living menekankan kualitas dibanding kuantitas.
Kamu tidak dituntut untuk melakukan banyak hal dalam waktu singkat.
Yang terpenting adalah bagaimana kamu hadir secara utuh dalam setiap aktivitas harian.
Menariknya, konsep ini tetap bisa diterapkan meski kamu tinggal di kota besar.
BACA JUGA:Buku Aurelie Moeremans Disorot DPR, Segera Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum
Slow living sering dibandingkan dengan hustle culture yang identik dengan kerja tanpa henti.
Hustle culture kerap memicu stres berkepanjangan dan kelelahan fisik maupun mental.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada gangguan tidur dan kesehatan emosional.
Sebaliknya, slow living membantu kamu menjaga keseimbangan tanpa harus kehilangan produktivitas.
BACA JUGA:Cek Segera! 7 Link Daftar Mudik Gratis 2026 Resmi Dibuka
Konsep slow living bukan berarti hidup malas atau menghindari tanggung jawab.
Intinya adalah memilah mana yang penting dan mana yang bisa dilepaskan.
Kamu tetap bisa sukses dengan ritme yang lebih manusiawi.
Berikut cara memulai slow living dalam kehidupan sehari-hari:
BACA JUGA:Di Balik Gurihnya Sarapan Nasi Uduk, Ada Risiko yang Sering Diabaikan