JAKARTA, PostingNews.id — Batangtoru sedang menghadapi hari-hari yang berat. Bukan hanya rumah dan ladang yang porak-poranda diterjang banjir bandang dan longsor, tetapi kini isi bensin pun jadi soal keberuntungan. Warga terpaksa menghemat setiap perjalanan, memilih motor dibanding mobil, dan pada titik tertentu, lebih memilih sepatu daripada roda.
Harga pertalite yang biasanya Rp 10 ribu per liter kini melonjak jadi Rp 40 ribu bila dibeli eceran. Menurut Azis Hasibuan, warga Batangtoru, ada rombongan yang ia yakini berasal dari Padang Sidempuan yang menjual BBM dengan harga tak ramah kehidupan.
“Harga pertalite nggak terjangkau kantong kami, lebih baik ngirit mengendarai motor. Sekarang warga Batangtoru ke mana-mana jalan kaki” ujar Azis yang sudah empat hari hidup tanpa SPBU aktif sejak Kamis lalu.
Azis curiga bukan hanya banjir yang memutus aliran BBM, tetapi juga ulah para penimbun. Ia menilai jika pasokan benar-benar putus, tak mungkin ada pedagang BBM keliling. Maka ia meminta kepolisian turun tangan menindak para penimbun.
BACA JUGA:Hanyut Bareng Kayu, Berapa Sebenarnya Sisa Gajah Sumatera di Tengah Kepungan Sawit?
Harga pangan ikut naik seperti ikut terseret arus banjir. Cabai merah menembus Rp 150 ribu per kilogram. Dody Siagian, warga lain di Batangtoru, mengatakan harga yang biasanya tak sampai Rp 50 ribu kini melesat tajam. “Kami khawatir harga beras, gula dan juga minyak goreng akan naik karena harga cabai merah sudah lebih dulu naik” tutur Dody.
Di tengah situasi ini, warga berharap pemerintah daerah tidak sekadar mencatat kerugian. Azis menyebut tiga desa paling parah terkena bencana adalah Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap Batangtoru masih jauh dari cukup.
“Perhatian pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan pemerintah provinsi Sumatera Utara terhadap korban banjir bandang di Batangtoru minim” kata Azis. Ia menambahkan bahwa Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution lebih sering terlihat memberi fokus pada wilayah Tapanuli Tengah. “Padahal di tiga desa di Batangtoru luluh lantak dengan korban tewas yang terus bertambah” ujarnya.