POSTINGNEWS.ID – Pakar kebijakan publik Agus Pambagio mengungkap kembali percakapannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai proyek kereta cepat Jakarta–Bandung Whoosh, yang kini tengah jadi sorotan akibat isu potensi gagal bayar.
Agus mengatakan, sejak awal proyek ini dicanangkan pada 2015, dirinya termasuk salah satu ahli yang dimintai pandangan langsung oleh Jokowi. Dalam program Head to Head CNN Indonesia, Rabu (22/10) malam, ia menuturkan bahwa sudah sejak awal mengingatkan Jokowi tentang risiko besar proyek tersebut terhadap keuangan negara. BACA JUGA:Ucapan Jadi Petaka! Pria di Pandeglang Nekat Aniaya Tetangga Gara-Gara Tersinggung Perkataan Namun, menurut Agus, Jokowi tetap bertekad untuk melanjutkan pembangunan Whoosh. Ia bahkan mengisahkan percakapan pribadi dengan Jokowi yang kala itu menegaskan keputusannya. “Saya bilang, ‘Pak, itu proyek mahal dan butuh teknologi tinggi.’ Beliau jawab, ‘Ndak apa-apa, saya sudah bicara dengan Xi Jinping.’ Ya sudah,” ujar Agus menirukan ucapan Jokowi. Agus juga menambahkan, Jokowi mengakui ide pembangunan kereta cepat itu berasal darinya sendiri. BACA JUGA:Yudi Purnomo: Aparat Tak Bisa Periksa Langsung Pihak China di Proyek Whoosh “‘Pak, ini ide siapa?’ Beliau jawab, ‘Ide saya’. Ya sudah,” tutur Agus. Lebih lanjut, Agus menyoroti perubahan skema proyek yang awalnya dirancang menggunakan pinjaman antar pemerintah (G to G) dengan Jepang, namun kemudian beralih menjadi skema bisnis antar perusahaan (B to B) setelah menggandeng China. Meski demikian, kata Agus, Jokowi tetap melanjutkan kerja sama dengan pihak China karena adanya dukungan teknologi dari negeri tirai bambu tersebut. “Beliau sempat bilang, ‘Mas Agus setuju nggak kalau bangsa maju itu harus kuasai teknologi tinggi?’. Beliau ambil kereta cepat karena ada bantuan dari China,” ujarnya. BACA JUGA:Ammar Zoni Titip Surat untuk Ustadz Derry: Saya Bukan Pengedar! Agus menegaskan dirinya tetap memberikan masukan kritis agar proyek tersebut dijalankan dengan kehati-hatian, meski pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan presiden.“Saya bilang itu mahal, tapi beliau tenang saja. Ya sudah, saya kan cuma rakyat,” ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan bahwa pembangunan Whoosh tidak perlu dipermasalahkan jika tujuannya untuk kepentingan publik. Menurutnya, proyek ini kini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kalau hitung-hitungan nanti rugi, jangan pakai cara berpikir bisnis untuk rakyat. Seorang pemimpin harus punya keberanian, karena keberanian itulah yang membuat bangsa ini merdeka,” tutup Bestari.*Jokowi Akui Ketemu Xi Jinping Sebelum Sahkan Proyek Kereta Cepat
Kamis 23-10-2025,13:00 WIB
Reporter : Reynaldi
Editor : Reynaldi
Tags : #xi jinping
#kereta cepat jakarta bandung
#kereta cepat
#kereta cepat
#jokowi
#joko widodo
#china
Kategori :
Terkait
Minggu 28-06-2026,08:39 WIB
Jokowi Sesumbar PSI Pasti Lolos ke Senayan 2029, Minta Kader Turun Gunung Sampai Pelosok Desa
Kamis 25-06-2026,07:25 WIB
Jokowi Mulai Safari Politik, Lampung Jadi Tujuan Pertama Keliling Indonesia
Senin 15-06-2026,10:48 WIB
Jokowi Keliling 38 Provinsi, PSI Pasang Badan Tegaskan Sang Mantan Presiden Bukan Lagi Kader Banteng
Sabtu 13-06-2026,15:00 WIB
Jokowi Segera Pakai Jaket PSI, Kursi Dewan Pembina yang Lama Kosong Akhirnya Terisi
Terpopuler
Minggu 28-06-2026,09:00 WIB
Gini 4 Tips Pakai Hair Tonic yang Baik dan Benar, Jangan Sampai Salah!
Minggu 28-06-2026,13:00 WIB
Sering Lupa dan Otak Lemot? Kenali Ancaman Gangguan Kognitif yang Mengintai Kamu, Ini Cara Mengatasinya..
Minggu 28-06-2026,11:00 WIB
Gagal Total! Bawa Ekspetasi Tinggi, Arda Guler Tak Sanggup Bawa Turki Lolos Grup..
Minggu 28-06-2026,07:00 WIB
'Nanas Itu Bikin Susah Hamil' Beneran Atau Cuma Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya..
Minggu 28-06-2026,10:04 WIB
Prabowo Ingatkan Kampus Jangan Kebablasan, Kebebasan Akademik Bukan Tiket untuk Semua Hal
Terkini
Senin 29-06-2026,05:00 WIB
Ngeri! Huawei MatePad Mini Bikin iPad Mini Keringat Dingin, Apple Kalah Jauh?
Senin 29-06-2026,03:00 WIB
Darah Haid Menghitam Bikin Panik? Tenang Dulu, Coba Cek 5 Hal yang Mungkin Jadi Penyebabnya Ini!
Minggu 28-06-2026,15:02 WIB
Era Potongan 20 Persen Tamat, Mulai 1 Juli Aplikator Tak Bisa Lagi Sunat Penghasilan Ojol Lebih dari 8 Persen
Minggu 28-06-2026,13:45 WIB
Jangan Asal Ngaku Ekonomi Baik, BPS Siapkan 'Medical Check Up' Nasional Lewat Sensus Ekonomi 2026
Minggu 28-06-2026,13:02 WIB