Rio Motret Ungkap Siapa Pelaku Pelecehan Seksual ke Peserta Miss Universe Indonesia

Kamis 10-08-2023,21:26 WIB
Reporter : Maulana Ali Firdaus
Editor : Deden Rinaldi

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Rumor pelecehan seksual dalam kontes Miss Universe Indonesia 2023 kini mulai terungkap secara bertahap.
 
Mantan Direktur Visual Miss Universe Indonesia 2023, Rio Motret, membongkar sosok yang diduga menjadi pelaku di balik pelecehan tersebut.
 
Dalam acara pagi di Trans TV, Rio Motret mengungkapkan fakta tentang siapa yang memaksa para finalis untuk melakukan tindakan tidak pantas.
 
Meski tidak mengetahui peristiwa menyakitkan itu, Rio secara terus terang membeberkan informasinya.
 
Sejumlah finalis sebelumnya telah mengungkapkan pengalaman memalukan saat kompetisi Miss Universe Indonesia 2023.
 
BACA JUGA: Gak Ada Kapoknya! Usai Dilarang Main Judi di Singapura, Lukas Enembe Malah Pindah ke Filipina
 
Salah satunya, Ratih Widiartha, mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa untuk melepaskan semua pakaian di depan panitia dan beberapa pria.
 
"Bukan desainer doang tapi orang-orang yang enggak punya kepentingan berada di situ," Ratih mengungkapkan, hari ini (10/8).
 
Rio Motret sendiri menyatakan bahwa pemeriksaan semacam itu seharusnya dilakukan di ruangan tertutup, dengan kehadiran perempuan yang kompeten di bidang medis.
 
Proses foto, CCTV, dan penonton tidak diizinkan dalam prosedur tersebut.
 
Mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pelecehan tersebut, Rio Motret mengungkapkan bahwa sosok yang diduga menjadi dalang di balik tindakan tersebut adalah COO (Chief Operating Officer) Miss Universe Indonesia.
 
BACA JUGA: Hiks, 'Lord' Harry Maguire Bakal Hijrah ke Klub yang Dilatih Mantan Manager MU
 
Pelaksanaan body check yang tidak sah ini diduga dilakukan atas inisiatif COO, yang bahkan menyatakan bahwa foto-foto tersebut akan dilaporkan kepada atasan.
 
"Inisiatif yang bersangkutan (COO Miss Universe Indonesia)," ujar Eldwan.
 
Proses body check seharusnya menjadi salah satu rangkaian karantina sebelum final berlangsung dua hari sebelum acara utama, sehingga melanggar protokol yang biasanya dilakukan di awal masa karantina.
Kategori :