Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan di Bawah Reruntuhan Gempa

Kamis 09-02-2023,23:37 WIB
Reporter : Tamadhir Taharani
Editor : Ristanto

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Gempa bumi 7.8 SR di Turki maupun Suriah menyebabkan banyak gedung runtuh. Diantara reruntuhan tersebut, ditemukan seorang bayi yang baru lahir dan tali psar masih melekat di tubuhnya, di Suriah barat laut, Kamis (9/2). 

Ketika proses melahirkan, Ibu dari Bayi perempuan tersebut terjepit diantara reruntuhan bangunan. Ketika hendak melakukan pertolongan pada Bayi tersebut, tali pusarnya masih nempel di placenta.

Sekeluarga dari Bayi tersebut tewas termasuk Ibu nya yang bernama Afraa, ayahnya, Abdullah, bibinya dan empat saudara kandungnya.

BACA JUGA:Terungkap Faktor Utama Gempa Turki Begitu Besar dan Mematikan, Ternyata..

Kini total korban jiwa yang tewas akibat gempa yang mengguncang Turki dan Suriah tersebut mencapai jumlah hingga 12.000 jiwa.

Sesaat setelah melahirkan, Ibunya meninggal dunia. Bayi tersebut ditemukan dengan kondisi memar, luka robek, dan hipotermia. Kini, kondisi Bayi itu dalam keadaan stabil setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Tempat tinggal dari keluarga bayi ini berada di antara sekitar 50 bangunan yang dilaporkan hancur akibat gempa berkekuatan 7,8 di Jindayris, perbatasan Turki.

"Saat sedang menggali, kami mendengar suara kemudian kami langsung membersihkan debu dan menemukan bayi dengan tali pusarnya yang utuh, jadi kami memotongnya dan sepupu saya membawanya ke rumah sakit," kata Khalil al-Suwadi, Paman dari Bayi tersebut.

BACA JUGA:Geger! Muncul Kabar Tsunami Besar Hantam Turki Pasca Guncangan Gempa? Cek Faktanya di Sini

Dia difoto berbaring di inkubator dan terhubung ke infus, saat pemakaman bersama diadakan untuk ibunya Afraa, ayah Abdullah dan empat saudara kandungnya.

Menurut pemerintah yang bermarkas di Damaskus dan White Helmets, yang sukarelawan penanggap pertamanya beroperasi di daerah yang dikuasai oposisi.

Pertahanan Sipil Suriah, sebagai pemimpin dari tim penyelamatan korban mengatakan sejauh ini belum menerima bantuan apa pun. Mereka berupaya untuk menyelamatkan orang-orang yang terkubur di bawah puing-puing di daerah yang dikuasai pemberontak akibat gempa di Suriah.

"Setiap detik bisa berarti menyelamatkan nyawa. Saat ini waktu hampir habis, ratusan orang masih terperangkap di bawah reruntuhan. " ujar mereka pada hari Selasa.

BACA JUGA:Innalillahi! Turki dan Rusia Berduka, Gempa Terjadi Sebanyak Dua Kali: Mari Kita Berdoa

Mereka mengimbau semua organisasi kemanusiaan, badan internasional, organisasi yang menanggapi bencana ini untuk memberikan dukungan material dan bantuan.

Kategori :