Gagal Finis di Race 1, Badly Ayatullah Bangkit dan Kunci Podium Perdana di Motegi

Senin 05-10-2026,15:11 WIB
Reporter : R. Permana Putra
Editor : Valdie

POSTINGNEWS.ID –-- Perjuangan Muhammad Badly Ayatullah di Mobility Resort Motegi, Jepang, berlangsung penuh drama. Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut akhirnya mampu membalikkan keadaan pada balapan kedua.

Badly berhasil mengamankan posisi ketiga pada Race 2 Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026, Minggu, 4 Oktober 2026. Hasil tersebut menjadi podium pertamanya sepanjang keikutsertaannya di IM4AC musim 2026.

Menariknya, pencapaian tersebut diraih setelah Badly mengalami masalah teknis ketika menjalani Race 1 sehari sebelumnya. Situasi tersebut membuat perjuangannya di Motegi semakin menarik untuk disimak.

BACA JUGA:Drama Lap Terakhir Mandalika, Irfan Ardiansyah Bawa AHRT Menang di ARRC 2026

Bagaimana Badly Bangkit Setelah Gagal Finis di Race 1?

Badly sebenarnya sudah menunjukkan potensi sejak sesi kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Ia mencatatkan waktu tercepat kesembilan di antara para pebalap peserta.

Posisi tersebut membuat Badly memulai Race 1 dari barisan yang cukup kompetitif untuk memburu rombongan terdepan. Namun, peluang tersebut harus berakhir lebih cepat akibat kendala teknis pada sepeda motornya.

Kegagalan finis tentu menjadi pukulan tersendiri setelah Badly mampu bersaing di barisan depan. Namun, situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan menghadapi balapan kedua.


Penampilan impresifnya pada balapan kedua, mengantarkan Badly meraih podium pertamanya di gelaran IM4AC musim ini. -dok-

Pada Race 2, Badly langsung memperlihatkan respons positif sejak lampu start dipadamkan. Ia bergerak cepat menuju grup depan dan menjaga ritme balapan dengan konsisten.

BACA JUGA:Balapan di Kandang Sendiri, AHRT Bidik Tambahan Podium dan Poin Maksimal pada ARRC Mandalika 2026

Apa yang Membuat Pertarungan Race 2 Begitu Sengit?

Persaingan di grup depan berlangsung ketat sepanjang balapan dengan perubahan posisi yang terjadi hampir setiap lap. Badly bahkan sempat memimpin jalannya perlombaan.

Dengan Honda NSF250R, pebalap asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tersebut terus menjaga jarak dengan rival-rivalnya. Momentum tersebut menjadi modal penting menuju lap-lap terakhir.

Memasuki fase akhir perlombaan, perebutan posisi podium semakin panas dan sulit diprediksi. Para pebalap saling menekan untuk mendapatkan posisi terbaik sebelum garis finis.

Badly mampu membaca peluang dengan baik ketika pertarungan memasuki tikungan-tikungan terakhir. Ia akhirnya melewati garis finis di posisi ketiga dan membawa Merah Putih naik podium.

Hasil tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kegagalan pada Race 1 tidak membuatnya kehilangan momentum. Sebaliknya, Badly mampu memberikan respons kuat pada balapan berikutnya.

Kategori :