Jabatan tersebut menjadi salah satu fase penting sebelum dirinya mendapatkan promosi sebagai Kapolda Banten.
Ketika menjabat Wakapolda Metro Jaya, Suyudi berada pada posisi pimpinan yang menangani wilayah dengan kompleksitas keamanan tinggi.
Setahun kemudian, kariernya kembali bergerak setelah ditunjuk menjadi Kapolda Banten pada 2024.
Apa yang Dilakukan Suyudi Saat Menjadi Kapolda Banten?
Saat memimpin Polda Banten, Suyudi menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus mengembangkan sejumlah program sosial masyarakat.
Salah satu program yang dikenal adalah Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran di wilayah Banten.
Program tersebut diarahkan untuk membantu kelompok pengangguran, korban PHK, hingga masyarakat yang membutuhkan keterampilan baru.
Konsepnya mencakup pelatihan kerja, ketahanan pangan, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan kolaboratif.
Metro TV melaporkan program tersebut menjadi salah satu inovasi yang dikaitkan dengan masa kepemimpinannya di Banten.
Suyudi juga menangani sejumlah perkara hukum ketika masih menjadi Kapolda Banten sebelum kemudian berpindah ke BNN.
BACA JUGA:DPR Mau 'Dibuang' dari Pemilihan Kapolri? Nasir Djamil Teriak: Suara Rakyat Dikemanain, Bos?
Kenapa Suyudi Bisa Sampai Menjadi Kepala BNN?
Setelah menjabat Kapolda Banten, Suyudi mendapatkan penugasan baru sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025.
Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025 mengenai jabatan tinggi utama BNN.
Jabatan tersebut membuat pengalaman Suyudi semakin bersentuhan dengan persoalan pemberantasan serta pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Selama berada di BNN, Suyudi juga menjadi figur yang kerap menyampaikan agenda pemberantasan jaringan narkotika.