POSTINGNEWS.ID -- Proses pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, terus berlanjut. Di tengah upaya evakuasi korban yang masih hilang, Kepolisian juga menyiapkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia untuk membantu proses identifikasi.
Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti memastikan jajaran DVI siap turun tangan dalam penanganan musibah tersebut. Tim DVI dari sejumlah wilayah akan bersinergi dengan Basarnas dan instansi terkait lainnya.
“Kepolisian akan membantu pencarian bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia. Tim DVI ada di setiap Polda di bawak Kabiddokes. Dan untuk musibah terbaliknya KM Virgo, seluruh anggota siap untuk berkontribusi,” katanya kepada media, Selasa (15/9/2026).
Lebih lanjut, Brigjen Hastry mengatakan Tim DVI di Surabaya dan Banjarmasin saat ini telah membuka posko Post Mortem. Posko tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan dan pemeriksaan data korban yang ditemukan.
Pos Ante Mortem DVI Polda Kalsel--Istimewa
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Reshuffle Kabinet Senin, 14 September 2026: Purbaya Diganti Suahasil Nazara
Tim DVI juga akan bersinergi dengan keluarga korban untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan selama proses identifikasi korban.
“Tentunya, bila ada properti korban ataupun data dari keluarga sebelum musibah terjadi akan akan sangat bermanfaat bagi tim di lapangan untuk identifikasi,” katanya.
Brigjen Hastry juga mengingatkan, korban meninggal akibat tenggelam tetap bisa diidentifikasi selama tidak melewati batas pembusukan.
“Batasannya proses pembusukan. Di dalam air jasad akan lebih cepat membusuk. Biasanya di atas 5 hari sudah mulai ada bagian yang rusak,” katanya.
BACA JUGA:Hoi Bikers, Catat Nih! HBD 2026 Digelar di 4 Kota, Ini Jadwal dan Keseruannya
Enam Orang Meninggal, 129 Masih Dicari
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan membawa total 243 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 30 kru kapal dan 213 penumpang.
Kapal kemudian dihantam ombak dengan ketinggian lebih dari tiga meter ketika berada di perairan Laut Jawa. Lokasi kecelakaan berada di sekitar koordinat 4°31'51.82"S 114°2'6.88"E atau sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Hingga berita ini diturunkan, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 108 korban selamat telah berhasil dievakuasi dan bersandar di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.