Media sosial menjadi salah satu kekuatan utama SMC 2026 dalam memperluas jangkauan pesan keselamatan berkendara.
Film berdurasi singkat memungkinkan pesan edukasi dikemas lebih ringan tanpa menghilangkan inti informasi yang ingin disampaikan.
Selain kompetisi film pendek, Yayasan AHM juga menghadirkan Social Media Challenge sebagai bagian rangkaian SMC 2026.
Program tersebut memilih tiga konten terbaik yang dinilai mampu menghadirkan pesan keselamatan melalui format video 60 detik.
Pendekatan tersebut relevan dengan kebiasaan pengguna media sosial yang menyukai konten singkat, visual, dan mudah dipahami.
Dengan begitu, edukasi keselamatan berkendara tidak berhenti pada ruang kompetisi, tetapi terus bergerak melalui platform digital.
Konten yang dibuat peserta juga memiliki peluang dibagikan kembali oleh audiens sehingga jangkauannya dapat semakin luas.
BACA JUGA:Wajib Tahu Jam Kritis Berkendara saat Puasa, Bisa Bikin Fokus dan Refleks Menurun
Apa pesan penting dari film “Pulang dengan Selamat”?
Film karya Iqbal Bahi membawa pesan bahwa keselamatan berkendara memiliki hubungan erat dengan kehidupan keluarga.
Menurut Iqbal, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam kompetisi, tetapi kesempatan menyampaikan pesan kepada anak muda.
Ia menilai pesan keselamatan dapat diterima lebih mudah ketika disampaikan menggunakan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sudut pandang tersebut menjadi penting karena generasi muda memiliki karakter komunikasi yang semakin visual dan digital.
Film pendek kemudian menjadi medium untuk menyampaikan pesan serius dengan pendekatan yang lebih emosional dan relevan.
BACA JUGA:Tips Berkendara #Cari_aman dengan Sepeda Motor di Musim Liburan
Apa saja kegiatan pada puncak SMC 2026?
Puncak rangkaian SMC 2026 berlangsung di Universitas Negeri Jakarta atau UNJ pada 9 September 2026.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan yang menggabungkan edukasi keselamatan dengan pengembangan kreativitas generasi muda.