Indonesia wajib melompat dari sekadar penyedia bahan baku menuju ekosistem terintegrasi yang menghasilkan nilai tambah ekonomi jauh lebih tinggi.
Rantai pasok tersebut harus menghubungkan manufaktur sel, manajemen baterai, perakitan kendaraan listrik, hingga proses daur ulang berbasis ekonomi sirkular.
BACA JUGA:Motor Listrik MBG Rp1,22 Triliun Masih Tertahan di Gudang, BGN Pilih Tunggu Vonis Korupsi
Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Kemandirian Energi Hijau
Chairman Id Battery Niko Chandra menambahkan bahwa konektivitas global menjadi jembatan utama untuk menyerap pengalaman dari industri maju dunia.
Sinergi ini diperkuat oleh Direktur Pengembangan Industri NBRI, Reynaldi Istanto, yang menilai pembangunan ekosistem memerlukan kerja bareng seluruh pihak.
Langkah nyata dari ajang IBS 2026 ini menandai babak baru perjalanan industri nasional: dari membangun kapasitas menuju penguasaan kapabilitas!
Yuk, kita kawal bersama langkah transisi energi Indonesia agar semakin mandiri, bersih, dan berdaya saing global, Postingers!