POSTINGNEWS.ID -- Presentasi menjadi salah satu senjata penting ketika ingin memenangkan hati calon klien. Bukan cuma soal proposal yang terlihat menarik, cara menyampaikan ide juga bisa menentukan apakah sebuah kerja sama bakal lanjut atau justru berhenti di ruang meeting.
Di era pemasaran 360 marketing, presentasi tidak lagi cukup hanya berisi data, grafik, dan sederet strategi. Presentasi harus mampu membuat klien memahami masalah, melihat solusi, sekaligus percaya bahwa tim yang menawarkan strategi tersebut memang mampu memberikan hasil.
Karena itu, Chief Operating Officer SCGI Agency, Raymond Muliadi, membagikan sejumlah tips agar presentasi bisa lebih menarik dan punya daya jual di mata klien. Yuk simak!
1. Pengolahan Data
Sebagai langkah awal, kamu bisa mulai dengan mengumpulkan data yang relevan. Caranya, mintalah data yang terkait dengan bisnis klien serta tujuan dari kampanye yang hendak dilakukan.
Dari situ, kamu akan bisa memahami latar belakang bisnis serta brand positioning klein. Kamu juga jadi tahu apa yang klien mau.
“Data primer bisa didapat melalui proses tanya jawab dengan brand owner dan tim-tim terkait, performance toko e-commerce serta social media presence,” kata Raymond kepada media, belum lama ini.
Fungsi pengolahan data adalah penyatuan saluran. Baik online maupun offline. Dengan begitu, pesan yang dibuat bisa seragam dan konsisten.
Data membantu kamu mengenal konsumen. Tentang perilaku serta identitasnya. Data juga bisa jadi bahan evaluasi. Kamu bisa ukur seberapa efektif dan efisien kampanye yang dilakukan. Sukses atau malah jauh panggang dari api.
BACA JUGA:KH Hasib Wahab Dinilai Bisa Jadi Peneduh dan Pemersatu NU, Ini Alasannya
2. Sampaikan Presentasi dengan Baik
Data telah diolah, pesan dibuat, visual juga sudah oke. Maka, presentasi siap disampaikan.
Tapi tunggu dulu. Bagaimana cara menyampaikan presentasi yang baik? Bagaimana cara memenangkan klien lewat presentasi?
“Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, mempermudah bahasan teknis menjadi non-teknis terutama untuk audience executive dan menggunakan visualisasi dan teks yang singkat,” ujar jebolan University of Illinois Urbana-Champaign ini.
Presentasi, lanjut Raymond, bukan hanya membacakan deck atau proposal. Jika itu dilakukan, kamu terlihat seperti hanya membaca laporan. Alhasil, presentasi tidak menarik.
Agar tidak terkesan membaca laporan, harus menguasai laporan. Harus latihan bicara agar tidak gugup. Anggap presentasi sebagai ruang bercerita, bukan ujian.
BACA JUGA:SPPG Dumai Disuspend Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Ini Temuan Awalnya