'Simpul Harmoni' Menang! Ini Dia Masa Depan Arsitektur Baja Ala Anak Muda

Sabtu 01-08-2026,16:57 WIB
Reporter : Chalief Al Fatih
Editor : Valdie

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri memiliki peran penting dalam membentuk generasi arsitek yang inovatif dan adaptif terhadap zaman.


Mengusung tema “Small Intervention, Big Impact: Reimagining Campus Elements with Steel”, kompetisi ini menantang mahasiswa untuk merancang Student Hub berbasis material baja yang fungsional, inovatif, dan berdampak positif bagi lingkungan kampus.-Dok-

Mereka berharap kompetisi ini memberikan pengalaman berharga sekaligus membuka perspektif baru tentang pemanfaatan baja dalam dunia arsitektur modern.

BACA JUGA:Honda DBL Jakarta Championship: Kompetisi Basket SMA Terbesar Berakhir di Indonesia Arena

Dukungan Penuh dari Organisasi Profesi

Ar. Imam Setio Sucahyo selaku Ketua IAI Komisariat Wilayah Bekasi menyampaikan bahwa kompetisi ini adalah wadah efektif untuk mahasiswa.

Kompetisi ini melatih cara berpikir kritis, kemampuan kolaborasi, serta keberanian presentasi di hadapan para praktisi profesional yang berpengalaman.

Sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan industri adalah langkah penting mempersiapkan calon arsitek masa depan yang siap kerja.

Mereka tidak hanya butuh kompetensi teknis, tapi juga pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang pesat.

Profil Singkat Peserta & Juri Student Design Sprint 2026 Kategori Detail Peserta 39 Mahasiswa dari 6 Perguruan Tinggi Juri Praktisi dari Aboday Design, UrbanPlus, IAI, dan BlueScope Penilaian Fungsionalitas, Inovasi, Keberlanjutan, Relevansi Pengguna

Proses Penilaian dan Webinar Pra-Kompetisi

Setiap tim diberikan waktu untuk mengolah gagasan mereka sebelum akhirnya mempresentasikan rancangan di hadapan dewan juri yang kompeten.

Dewan juri terdiri dari praktisi profesional seperti Ar. Nurseto Nugroho, Ar. Aris Nuryahya, Stanislas Dinda, dan Ar. Sigit Supriadi yang ahli.

Penilaian tidak hanya berdasarkan estetika desain, tapi juga fungsionalitas, inovasi, keberlanjutan, serta relevansi solusi terhadap kebutuhan pengguna kampus.

Sebagai bekal, acara diawali dengan webinar pra-kompetisi dua minggu sebelum pelaksanaan Design Sprint untuk memberikan wawasan praktis.

Webinar tersebut menghadirkan narasumber profesional seperti Ar. Vicentius Hermawan, Ar. Gregorius Agie Aditama, dan Stanislas Dinda yang berpengalaman.

BACA JUGA:Yamaha Fazzio Youth Festival, Ajak Generasi Muda Ramaikan Kompetisi Antar Sekolah

Langkah Menuju Masa Depan Arsitektur Indonesia

Penyelenggaraan Student Design Sprint Competition 2026 ini diharapkan menjadi ruang belajar nyata yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi.

Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat memahami dinamika dunia nyata dan tantangan yang akan mereka hadapi di masa depan nanti.

Kategori :