Sobat, kondisi tersebut membuat biaya perjalanan motor listrik menarik bagi pengguna yang memiliki akses pengisian mudah di rumah.
BACA JUGA:Bocoran Subsidi Motor Listrik 2026 Rp5 Juta, Cek 5 Model yang Paling Diburu
Motor Bensin Masih Praktis untuk Perjalanan Jauh
Motor bensin tetap mempunyai keunggulan besar melalui jaringan stasiun pengisian yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Pengendara cukup mengisi bahan bakar selama beberapa menit, kemudian perjalanan dapat dilanjutkan tanpa menunggu proses pengisian baterai.
Keunggulan tersebut terasa penting bagi pengguna dengan mobilitas tidak menentu atau sering melakukan perjalanan antarkota menggunakan sepeda motor.
Namun biaya bahan bakar sangat dipengaruhi konsumsi mesin, gaya berkendara, kondisi jalan, dan harga produk BBM yang digunakan.
Semakin tinggi jarak perjalanan bulanan, pengeluaran bensin biasanya semakin terasa karena pembelian bahan bakar dilakukan secara terus-menerus.
Simulasi Biaya Motor Listrik vs Motor Bensin 2026
Postingers, simulasi berikut memakai asumsi sederhana agar Sobat memperoleh gambaran perbedaan biaya energi untuk penggunaan harian perkotaan.
Angka bukan patokan seluruh kendaraan karena kapasitas baterai dan konsumsi bensin setiap model memiliki karakter yang berbeda.
| Komponen | Motor Listrik | Motor Bensin |
|---|---|---|
| Jarak bulanan | 1.000 kilometer | 1.000 kilometer |
| Asumsi efisiensi | 25 Wh per kilometer | 45 kilometer per liter |
| Kebutuhan energi | 25 kWh | Sekitar 22,2 liter |
| Asumsi harga energi | Rp1.444,70 per kWh | Rp10.000 per liter |
| Perkiraan biaya bulanan | Sekitar Rp36.118 | Sekitar Rp222.000 |
| Perkiraan biaya tahunan | Sekitar Rp433.000 | Sekitar Rp2,66 juta |
Berdasarkan simulasi tersebut, biaya energi motor listrik terlihat jauh lebih rendah dibanding motor bensin untuk jarak perjalanan sama.
Namun perhitungan belum memasukkan kehilangan daya pengisian, harga baterai, biaya kendaraan, servis, pajak, dan depresiasi selama kepemilikan.
Bagaimana dengan Biaya Servis?
Sobat, motor bensin memiliki banyak komponen yang membutuhkan perawatan rutin, termasuk oli mesin, busi, filter, dan sistem pembakaran.
Beberapa komponen tersebut memiliki interval penggantian berbeda sehingga biaya servis akan mengikuti jarak tempuh dan kondisi kendaraan.
Motor listrik tidak membutuhkan penggantian oli mesin karena menggunakan motor penggerak elektrik sebagai sumber tenaga utama kendaraan.
Meski demikian, motor listrik tetap membutuhkan pemeriksaan ban, rem, suspensi, bearing, sistem kelistrikan, serta kondisi baterai secara berkala.