Jordan dan Uzbekistan mencatat sejarah penting karena berhasil memastikan penampilan perdana mereka pada putaran final Piala Dunia.
Arab Saudi, Qatar, dan Irak turut melengkapi kekuatan Asia, membawa ambisi besar untuk menciptakan kejutan menghadapi lawan unggulan.
BACA JUGA:Waduh! Juergen Klopp Senggol Keras Arsenal Usai Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026..
Jadwal Fase Piala Dunia 2026 yang Wajib Dicatat
Piala Dunia 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli dengan pertandingan tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Fase grup berlangsung hingga akhir Juni sebelum tim terbaik melanjutkan perjalanan menuju babak 32 besar dengan sistem gugur.
Berbeda dari edisi sebelumnya, peserta tidak langsung menuju 16 besar karena FIFA menambahkan babak 32 besar dalam format baru.
| Tahapan Turnamen | Jadwal | Format |
|---|---|---|
| Fase Grup | 11-27 Juni 2026 | 48 tim dalam 12 grup |
| Babak 32 Besar | 28 Juni-3 Juli 2026 | Sistem gugur |
| Babak 16 Besar | 4-7 Juli 2026 | Sistem gugur |
| Perempat Final | 9-11 Juli 2026 | Delapan tim |
| Semifinal | 14-15 Juli 2026 | Empat tim |
| Final | 19 Juli 2026 | Perebutan gelar juara |
Peluang Wakil Asia Menembus Babak 16 Besar
Postingers, format baru sebenarnya membuka peluang lebih luas bagi negara Asia untuk bertahan lebih lama dalam kompetisi dunia.
Namun perjalanan menuju babak 16 besar tetap membutuhkan konsistensi karena setiap kesalahan pada fase gugur langsung berakibat fatal.
Jepang menjadi salah satu negara Asia yang mendapat perhatian besar berkat kemajuan pemain dan pengalaman menghadapi tim elite.
Korea Selatan juga memiliki tradisi kuat pada Piala Dunia, termasuk pengalaman menembus fase gugur dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Sementara Australia dikenal sulit dikalahkan karena organisasi pertahanan rapi serta kemampuan duel fisik yang cukup konsisten sepanjang pertandingan.
Negara debutan seperti Uzbekistan dan Jordan menghadapi tantangan berbeda karena tekanan turnamen besar dapat memengaruhi stabilitas permainan pemain.
BACA JUGA:Cetak Brace di Piala Dunia pada Usia 41 Tahun, Ronaldo Disuruh Jangan Buru-Buru Pensiun!
Apa Pelajaran untuk Timnas Indonesia?
Sobat, kegagalan menuju Piala Dunia 2026 bukan berarti perkembangan Timnas Indonesia harus berhenti atau kembali memulai semuanya.
Pengalaman menghadapi Jepang, Arab Saudi, Irak, dan Australia memberikan gambaran nyata mengenai standar permainan pada level internasional tertinggi.
Indonesia membutuhkan program jangka panjang yang konsisten, terutama dalam pengembangan pemain muda, kompetisi domestik, serta kualitas kepelatihan nasional.