JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Langkah tim nasional Jerman terhenti secara mengejutkan pada babak 32 besar turnamen Piala Dunia 2026.
Mereka harus angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan oleh skuad Paraguay lewat drama adu penalti yang menegangkan.
Laga sengit di Boston Stadium pada Selasa, 30 Juni tersebut berakhir imbang dengan skor akhir 1-1.
Skuad Paraguay yang tidak diunggulkan justru sukses mengunci kemenangan adu penalti dengan skor ketat 3-4.
BACA JUGA:Cetak Brace di Piala Dunia pada Usia 41 Tahun, Ronaldo Disuruh Jangan Buru-Buru Pensiun!
Drama sempat terjadi ketika skuad Der Panzer mengira telah berhasil berbalik unggul dengan skor 2-1.
Bek tangguh Jonathan Tah sukses menyundul masuk bola setelah menyambut umpan sepak pojok di tiang jauh.
Namun, wasit langsung membatalkan gol tersebut usai meninjau tayangan ulang melalui bantuan teknologi rekaman VAR.
Pemain Jerman lainnya yakni Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran karena terbukti aktif menghalangi kiper Orlando Gill.
BACA JUGA:Dihujat Habis-Habisan, Ronaldo Balas Haters Pakai Rekor Gila Ini!
Protes keras atas dianulirnya gol krusial itu langsung dilontarkan oleh eks manajer top Juergen Klopp di Magenta TV.
Klopp secara blak-blakan membawa nama kompetisi Inggris dengan berujar, "Kalau gol itu dianulir, maka seharusnya Arsenal tidak jadi juara Liga Inggris kemarin,".
Klopp menyindir keras kebiasaan strategi bola mati dari klub asal London tersebut, "60 Persen gol Arsenal seperti itu. Jerman memenangkan bola kok, brutal banget," tambahnya dengan nada kesal melihat keputusan tidak adil sang pengadil lapangan.
Regulasi anyar organisasi FIFA untuk Piala Dunia 2026 memang sengaja dirancang ketat demi melindungi pergerakan penjaga gawang.
BACA JUGA:Persib Bandung Resmi Gaet Gabriel Mutombo, Tembok Prancis Kelas Eropa Pengganti Barba?