Ia juga memprediksi puncak kekeringan akan terjadi pada Agustus hingga September, periode yang selama ini memang dikenal sebagai musim paling minim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
“El Nino 2026 memiliki pola penjalaran panas ekstrem di subsurface yang mirip El Nino 1997 dan struktur spasial yang mirip 2015.”
Sejumlah model iklim global bahkan memperkirakan El Nino tahun ini berpotensi berkembang menjadi kategori sangat kuat. Indikasinya terlihat dari proyeksi anomali suhu muka laut yang dapat menembus lebih dari plus 2 derajat Celsius, level yang dalam sejarah sering beriringan dengan kemarau panjang, penurunan pasokan air, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.