DPR Siap Gelar Karpet Merah untuk Mahasiswa, Tapi Krisis yang Diprotes Belum Tentu Ikut Didengar

Kamis 18-06-2026,16:23 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Gelombang demonstrasi mahasiswa yang dalam beberapa hari terakhir menggema di berbagai daerah tampaknya bakal berlabuh di Kompleks Parlemen, Senayan. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trisakti dijadwalkan turun ke jalan pada Jumat, 19 Juni 2026, membawa sederet tuntutan yang mereka anggap mendesak di tengah kondisi ekonomi dan politik yang kian membuat publik mengernyitkan dahi.

Menanggapi rencana aksi tersebut, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan demonstrasi merupakan hak yang dijamin dalam negara demokrasi. Bahkan, pimpinan DPR disebut telah menyiapkan ruang dialog dengan perwakilan mahasiswa yang akan berunjuk rasa.

“Besok memang ada rencana diterima oleh pimpinan DPR,” ujar Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Meski demikian, politikus Partai Gerindra itu belum mengungkap kapan audiensi akan dilaksanakan maupun siapa saja perwakilan mahasiswa yang akan dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

Berdasarkan seruan yang beredar di media sosial, aksi akan diikuti sejumlah BEM fakultas di lingkungan Universitas Trisakti. Informasi itu diunggah antara lain oleh akun BEM Fakultas Hukum Trisakti dan BEM STMA Trisakti.

Demonstrasi dijadwalkan dimulai pukul 13.30 WIB dengan membawa tiga tuntutan utama. Mahasiswa mendesak pemulihan kondisi ekonomi dan politik nasional, meminta pemerintah menyingkirkan pejabat yang dianggap tidak kompeten, serta menuntut pengembalian supremasi sipil dalam kehidupan bernegara.

BACA JUGA:Demo Dibalas Tiket Dinas? Gibran Boyong Mahasiswa ke Timur Indonesia untuk Awasi Program Pemerintah

“BEM FH Universitas Trisakti mengajak seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk turut hadir dan menyuarakan aspirasi,” demikian isi unggahan yang disampaikan melalui akun resmi BEM Fakultas Hukum Trisakti.

Bagi aliansi mahasiswa Trisakti, turun ke jalan bukan sekadar ritual tahunan yang berakhir dengan foto-foto di media sosial. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya kebijakan negara sekaligus upaya menjaga agar prinsip-prinsip demokrasi tidak sekadar menjadi slogan di spanduk resmi pemerintah.

Aksi di DPR ini merupakan kelanjutan dari rangkaian demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil yang mulai bermunculan sejak pekan lalu. Pemicunya beragam, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga meningkatnya keresahan terhadap kondisi ekonomi nasional.

Dalam berbagai aksi sebelumnya, mahasiswa dari sejumlah daerah menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar. Mereka juga meminta evaluasi terhadap sejumlah program yang dinilai berpotensi membebani keuangan negara, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang belakangan menjadi salah satu sasaran kritik dalam berbagai forum demonstrasi.

Kategori :