Diteriaki Indonesia Menuju Bangkrut, Mahasiswa Kepung Jakarta dan Tantang Prabowo Akui Kesalahan

Jumat 12-06-2026,18:24 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id -- Aksi mahasiswa yang mengusung tema "Menuju Indonesia Bangkrut" berakhir pada Jumat, 12 Juni 2026. Namun bagi para demonstran, aksi tersebut bukanlah penutup, melainkan pembuka dari rangkaian tekanan yang akan terus diarahkan kepada pemerintah.

Semula massa yang tergabung dalam Aliansi BEM UI berencana menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Namun mereka mengaku dihadang aparat TNI dan Polri sehingga aksi akhirnya berlangsung di depan Gedung Thamrin Nine Ballroom.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menegaskan demonstrasi hari itu hanyalah langkah awal.

"Bukan sekali. Ini adalah langkah pertama. Mari kita kumpulkan energi," kata Yatalathof saat berorasi di Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan yang mereka nilai mendesak. Mereka meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, serta mengakhiri praktik militerisme di ruang sipil.

BACA JUGA:Jangan Panik Dulu, Gini 4 Cara Penanganan Cedera Whiplash..

Tak berhenti sampai di situ, mahasiswa juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

"Hentikan militerisme di ranah sipil, dan terakhir Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah," ujar Yatalathof.

Usai berorasi, aliansi mahasiswa membacakan pernyataan sikap. Mereka menilai pertumbuhan ekonomi yang kerap dipamerkan pemerintah tidak sejalan dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

Menurut mereka, angka-angka ekonomi terlihat baik di atas laporan, tetapi tidak tercermin dalam kehidupan warga yang masih bergulat dengan kenaikan harga dan sulitnya mencari pekerjaan.

"Beras naik. Lapangan kerja sulit," kata perwakilan aliansi.

Mahasiswa juga melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo. Dalam pernyataan sikapnya, mereka menilai pemerintah menunjukkan sikap arogan, minim empati, dan kurang akuntabel dalam merespons berbagai persoalan publik.

BACA JUGA:Mahasiswa Ancam Turun Lebih Besar, Prabowo Dituding Bawa Indonesia ke Arah Bangkrut

Aliansi bahkan menyebut janji besar menuju Indonesia Emas justru berpotensi membawa Indonesia ke arah kemunduran ekonomi dan demokrasi jika tidak dibarengi perbaikan kebijakan.

"Kritik data diabaikan. Pemerintah mengelak dan menindas daripada bertanggung jawab," kata perwakilan aliansi.

Selain mengkritik pemerintah, mahasiswa turut menyoroti keterlibatan TNI dalam pengamanan aksi. Mereka menilai tugas utama militer adalah menjaga kedaulatan negara, bukan hadir dalam ruang-ruang sipil yang berkaitan dengan penyampaian aspirasi masyarakat.

Meski aksi hari itu telah berakhir, mahasiswa memastikan gelombang protes belum selesai. Aliansi menyatakan tengah menyiapkan konsolidasi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar dalam waktu dekat.

Menurut Yatalathof, sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok pergerakan masih menghitung kekuatan yang akan diturunkan dalam aksi berikutnya. Mereka berasal dari BEM UI bersama 15 BEM fakultas di lingkungan UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, Pembebasan, hingga Semar UI.

"Beberapa organisasi dan simpul pergerakan yang ikut konsolidasi nasional di Kampus UI kemarin masih akan memastikan kehadiran dan estimasi massa yang ikut di rapat malam ini," ujarnya.

Bagi mahasiswa, aksi pada 12 Juni bukan sekadar unjuk rasa sehari. Mereka ingin menjadikannya sebagai awal dari tekanan politik yang lebih besar kepada pemerintah yang dinilai semakin jauh dari persoalan yang dihadapi rakyat.

Kategori :