Zulhas mengakui program unggulan pemerintah tersebut memang masih dibayangi berbagai persoalan yang harus dibenahi.
“Pada suatu titik akhirnya Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan, ya, diganti dengan manajemen yang baru istilah kita,” kata Zulhas.
Meski demikian, ia meminta publik bersabar karena proses penataan ulang tidak bisa dilakukan dalam semalam.
“Ini yang akan diselesaikan, maka perlu waktu kira-kira satu bulan untuk menata ini kembali,” ujarnya.
Pernyataan Zulhas membuka babak baru dalam polemik MBG. Di tengah ambisi besar pemerintah menyediakan makanan bergizi bagi jutaan anak Indonesia, muncul pertanyaan yang lebih mendasar. Jika jumlah dapur bisa membengkak ribuan titik sebelum benar-benar dibangun, seberapa kuat pengawasan program yang anggarannya mencapai ratusan triliun rupiah tersebut?