Janji tersebut sempat terlihat akan segera direalisasikan. Pada 1 September 2025, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bahkan mengungkapkan bahwa Presiden akan segera mengumumkan pembentukan dewan tersebut.
Saat itu, sejumlah tokoh buruh dipanggil ke Istana Negara. Selain Andi Gani, hadir pula Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat.
Andi bahkan menyebut nomenklatur Dewan Kesejahteraan Buruh bakal setingkat kementerian dan diisi enam tokoh buruh nasional. Namun rencana tersebut tak pernah benar-benar terwujud.
Kini, alih-alih mendapatkan sebuah dewan baru yang dijanjikan sebagai wadah representasi pekerja, kalangan buruh hanya memperoleh satu kursi penasihat di lingkaran Istana.
Pertanyaannya, apakah satu penasihat cukup untuk menggantikan lembaga yang dulu dijanjikan sebagai “hadiah” bagi jutaan buruh Indonesia.