JAKARTA, PostingNews.id — Program Koperasi Desa Merah Putih kembali menuai sorotan. Kali ini bukan soal modal atau target bisnis desa, melainkan dugaan terganggunya fasilitas pendidikan akibat proyek yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan alat berat berada di area Sekolah Dasar Negeri Wolomoni, Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Video itu kemudian disertai narasi bahwa bangunan sekolah akan digusur untuk kepentingan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Narasi tersebut langsung memantik reaksi Wakil Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira. Menurutnya, apa pun alasannya, program pemerintah tidak boleh mengorbankan hak pendidikan masyarakat.
“Apa Kopdes lebih penting dari pendidikan, sehingga harus merobohkan bangunan?” kata Andreas melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 9 Juni 2026.
Politikus PDIP itu mengingatkan bahwa hak memperoleh pendidikan telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, menurut dia, tidak ada alasan yang dapat membenarkan pengalihan atau pengurangan fasilitas pendidikan demi program lain.
BACA JUGA:Tecno Pova 8 5G Siap Rilis Tanggal Segini! Intip Bocoran Spesifikasi Terbarunya Sekarang
“Saya mendesak pelaksana Kopdes dan TNI memberikan penjelasan terkait ini,” ujarnya.
Video yang dipersoalkan berdurasi sekitar 30 detik dan merupakan gabungan dari dua potongan rekaman berbeda. Pada bagian awal terlihat seorang prajurit TNI memeriksa plafon bangunan sekolah yang rusak. Tak jauh dari lokasi itu terdapat sebuah ekskavator.
Pada potongan berikutnya, tampak seorang pria berdiri di atas alat berat tersebut dan terlibat adu mulut dengan sejumlah warga. Narasi yang menyertai video menyebut orang tua murid dan tokoh adat sedang memprotes rencana penggusuran sekolah.
Namun, Mabes TNI membantah tudingan tersebut. Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas menilai informasi yang beredar tidak menampilkan peristiwa secara utuh dan berpotensi menyesatkan publik.
“Yang bahaya adalah keterangan videonya, yaitu Babinsa lebih mengutamakan KDMP daripada sekolah,” kata Nas dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa, 9 Juni 2026.
BACA JUGA:Alarm Kesehatan Nasional! RI Kekurangan 93 Ribu Dokter, Jangan Heran Kalau Antrean Makin Panjang
Menurut Nas, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih memang dilakukan di dekat sekolah, tetapi lokasinya berada di belakang area pendidikan dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi sekolah.
Ia menjelaskan persoalan muncul ketika alat berat hendak masuk ke lokasi pembangunan. Karena akses menuju area proyek terbatas, ekskavator harus melewati lingkungan sekolah. Dalam proses manuver tersebut, salah satu tiang bangunan sekolah yang berada di bagian sudut tidak sengaja tertabrak.
Nas mengatakan pihak Babinsa kemudian berkoordinasi dengan sekolah dan pemerintah daerah untuk menggeser sementara bagian bangunan yang terdampak agar alat berat bisa melintas.