Menurut dia, lonjakan harga kebutuhan pokok menunjukkan bahwa persoalan biaya hidup tidak semata-mata ditentukan oleh harga BBM. Ada faktor lain yang ikut menekan daya beli masyarakat, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.
Yanuar menilai pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi yang pada akhirnya berdampak pada harga barang dan kemampuan dunia usaha menciptakan lapangan kerja baru.
Survei yang dilakukan pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026 itu juga mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah pusat berada di angka 49 persen. Sementara penilaian terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan menunjukkan 51,06 persen responden menilai pemerintah berjalan sesuai harapan dan 48,95 persen lainnya menganggap kinerjanya masih di bawah ekspektasi.
Survei tersebut melibatkan 1.230 responden yang tersebar di 38 provinsi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.