Aksi berpindah rumah sakit sengaja dilakukan agar rahasia kebohongan medis mereka tidak terbongkar.
Mereka juga selalu cenderung menjauhkan anggota keluarga dari seluruh rangkaian proses pemeriksaan kesehatan.
Obsesi aneh ini berisiko sangat tinggi mendorong dilakukannya tindakan operasi yang tidak mendesak.
Bahaya komplikasi fisik yang fatal tentu mengintai keselamatan tubuh akibat adanya intervensi berlebihan.
BACA JUGA:Rem Dulu Hustle-mu! Ini Alasan Kenapa Jadi Workaholic Justru Bikin Rugi Lahir Batin
Penyakit ini berkembang menjadi Munchausen syndrome by proxy jika target korbannya orang lain.
Pelaku dengan tega merekayasa kondisi tubuh anak kecil agar terlihat menderita penyakit parah.
Ironisnya, sebagian besar dari penderita gangguan ini menolak kenyataan bahwa jiwa mereka sakit.
Oleh sebab itu, bantuan tim psikiater sangat dibutuhkan untuk memutus rantai kebohongan ekstrem.