Islah Ngaku Dibuntuti Dua Pekan, TNI Bilang Bawa Buktinya Sini, Jangan Cuma Curiga

Sabtu 06-06-2026,13:27 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Dugaan penguntitan terhadap Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, memasuki babak baru. Setelah mengaku dirinya dan keluarganya diawasi orang tak dikenal selama lebih dari dua pekan, Islah menyebut sejumlah pelaku yang diduga membuntutinya telah teridentifikasi sebagai anggota TNI.

Menanggapi tudingan tersebut, Markas Besar TNI menyatakan terbuka untuk menelusuri dugaan keterlibatan prajurit dalam aksi penguntitan itu. Namun, institusi militer meminta agar seluruh data dan bukti yang dimiliki korban disampaikan secara resmi.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti informasi tersebut apabila memang didukung bukti yang jelas.

“Kalau memang ada datanya, silakan diinformasikan,” kata Nas dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kasus ini mencuat setelah Islah mengungkap bahwa dirinya menjadi sasaran pengawasan dan intimidasi oleh orang-orang yang diduga berasal dari lingkungan militer. Menurutnya, aktivitas mencurigakan itu berlangsung di sekitar rumahnya selama lebih dari dua pekan.

Awalnya, informasi tersebut diperoleh dari para tetangga yang melihat sejumlah orang asing memotret rumahnya dan menanyakan aktivitas dirinya serta keluarganya. Kecurigaan itu kemudian mendorong Islah dan warga sekitar mengumpulkan berbagai bukti.

BACA JUGA:Jaksa Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus MBG

Pegiat isu deradikalisasi, terorisme, dan moderasi beragama itu mengaku berhasil memperoleh sejumlah petunjuk, mulai dari penggunaan alat direction finder, perangkat lunak yang diduga dipakai pelaku, hingga rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan salah satu orang yang diduga melakukan penguntitan.

Menurut Islah, penelusuran lebih lanjut dilakukan melalui jaringan pertemanan dan relasi yang dimilikinya. Dari proses tersebut, ia mengklaim berhasil mengidentifikasi beberapa orang yang diduga terlibat.

“Ada berbagai cara yang kami lakukan selama ini melalui jaringan dan pertemanan kami. Ada beberapa gambar yang sudah kami dapatkan. Enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI,” ujar Islah saat berada di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia juga mengaku menemukan sebuah mobil berpelat nomor A-1299-NB yang kerap terlihat berada di sekitar rumahnya. Kendaraan itu disebut beberapa kali membuntutinya dan sering terparkir dalam radius sekitar 100 meter dari kediamannya.

Tak hanya dirinya, Islah menilai keluarganya juga menjadi objek pengawasan. Ia mengaku ada orang yang memotret rumah, anggota keluarga, hingga tamu yang datang ke kediamannya.

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp18.000, Isu Copot Menkeu dan Gubernur BI Makin Kencang, Istana Balas Begini

Islah menduga penguntitan tersebut tidak terlepas dari aktivitas dan pandangan politik yang belakangan ia sampaikan di ruang publik. Ia merupakan salah satu tokoh yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan terkait diskusi Halal Bihalal Pengamat setelah Idulfitri 2026.

Pada 8 April 2026, Islah bersama Saiful Mujani dan Ubedilah Badrun dilaporkan oleh anggota Aliansi Masyarakat Jakarta Timur. Islah menduga laporan itu berkaitan dengan materi yang ia sampaikan mengenai penolakan terhadap remiliterisasi.

Kategori :