Dunia Ribut Perang Dagang, Prabowo Ingatkan Jangan Cuma Hafal Pancasila Saat Upacara

Selasa 02-06-2026,10:42 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah memanasnya rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi global, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya Pancasila sebagai pegangan bangsa. Menurutnya, ketika banyak negara terjebak dalam konflik dan persaingan kepentingan, Indonesia memiliki fondasi yang mampu menjaga arah perjalanan negara.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juni 2026.

“Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, Pancasila bukan lahir dari ruang hampa. Dasar negara itu terbentuk dari pengalaman sejarah, kebudayaan, serta cita-cita bangsa Indonesia yang beragam.

BACA JUGA:Negeri Kaya Raya, Rakyat Sudah Kebagian Belum? Prabowo Ajak Jujur Soal Hasil Pertumbuhan Ekonomi

“Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” ujarnya.

Prabowo menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar menghafal lima sila, melainkan menjalankan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengingatkan agar Pancasila tidak berhenti sebagai simbol yang hanya muncul saat peringatan kenegaraan.

“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara,” tegasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu meyakini Indonesia dapat menjadi negara maju, makmur, dan disegani dunia apabila seluruh aspek kehidupan, mulai dari politik, hukum, sosial, budaya hingga ekonomi, benar-benar dijalankan berdasarkan nilai Pancasila.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung pentingnya keberlanjutan pembangunan. Ia mengingatkan pemerintah tidak boleh mengambil jalan pintas yang hanya menguntungkan saat ini tetapi membebani generasi mendatang.

Menurutnya, setiap kebijakan negara harus diarahkan untuk menjamin masa depan yang lebih baik bagi anak dan cucu bangsa.

BACA JUGA:Prabowo Sentil Geng Penikmat Negara, Perubahan Selalu Diganggu yang Betah Hidup dari Korupsi

Prabowo kemudian menggarisbawahi pentingnya kemandirian ekonomi. Ia menegaskan tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika rakyatnya belum sejahtera dan masih bergantung pada pihak lain.

“Karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita,” kata Prabowo.

“Kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasian atau membantu kita,” lanjutnya.

Kategori :