Negeri Kaya Raya, Rakyat Sudah Kebagian Belum? Prabowo Ajak Jujur Soal Hasil Pertumbuhan Ekonomi

Senin 01-06-2026,08:49 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Subianto melontarkan pertanyaan yang menggelitik soal arah pembangunan nasional. Indonesia memang terus mencatat pertumbuhan ekonomi selama puluhan tahun, tetapi apakah hasilnya benar-benar sudah dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat?

Pertanyaan itu disampaikan Prabowo saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

Menurut Prabowo, sudah saatnya bangsa ini berani menatap kenyataan secara jujur. Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi yang selama ini dibanggakan perlu diukur dari manfaat yang diterima masyarakat luas, bukan sekadar angka statistik.

“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?” kata Prabowo.

Presiden kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih ada.

“Mari kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujarnya.

Prabowo mengatakan Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi negara makmur. Kekayaan sumber daya alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok komoditas penting bagi dunia.

Ia menyebut Indonesia memiliki cadangan dan produksi berbagai mineral strategis yang dibutuhkan industri modern. Mulai dari tembaga, timah, emas hingga logam tanah jarang.

BACA JUGA:Stop Percaya Mitos, Ini Alasan Penting Pria Harus Paham Vasektomi!

“Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel,” ucapnya.

Tak hanya sektor tambang, Prabowo juga menyoroti kekuatan Indonesia di bidang pertanian. Menurutnya, kemampuan produksi pangan nasional saat ini semakin kuat di tengah ketidakpastian global yang masih menghantui banyak negara.

“Di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” katanya.

Meski demikian, Prabowo mengakui kekayaan alam yang melimpah belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang merata bagi masyarakat. Menurut dia, persoalan tersebut sudah berlangsung terlalu lama dan perlu dibenahi.

“Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat,” tutur Prabowo.

Upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional. Prabowo tiba di kompleks Kementerian Luar Negeri sekitar pukul 09.36 WIB untuk bertindak sebagai inspektur upacara.

Kategori :