Wartawan RI Ngaku Disetrum Tentara Israel, DPR Minta Pemerintah Jangan Cuma Jemput Korban Lalu Diam

Selasa 26-05-2026,08:39 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Ia menilai diamnya komunitas internasional selama ini justru membuat Israel semakin leluasa bertindak.

“Selama ini dunia internasional terkesan diam, sehingga Israel leluasa bertindak semena-mena,” ujarnya.

Selain dorongan hukum internasional, Taufiq meminta pemerintah memastikan kondisi para korban benar-benar pulih. Bukan cuma fisik, tapi juga trauma setelah mengalami penahanan.

“Kami meminta pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pendampingan trauma healing agar kondisi fisik dan mental korban pulih sepenuhnya,” kata dia.

Sembilan WNI peserta misi Global Sumud Flotilla 2.0 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 24 Mei 2026 setelah dipulangkan dari Istanbul, Turki. Mereka sebelumnya ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Palestina.

Rombongan itu terdiri dari empat jurnalis yakni Andre Nugroho dari TV Tempo, Thoudy Badai dan Bambang Noroyono dari Republika, serta Heru Rahendro dari iNews. Sisanya merupakan lima aktivis kemanusiaan yakni Andi Angga, Hendro Prasetyo, Herman Budianto, Ronggo Wirsanu, dan Asad Aras.

Kini pertanyaannya bukan cuma bagaimana mereka pulang. Tapi apakah setelah cerita penyiksaan itu muncul, negara akan benar-benar membawa kasusnya ke meja hukum internasional, atau lagi-lagi berhenti di pernyataan prihatin.

Kategori :