JAKARTA, PostingNews.id — Pemerintah tampaknya belum selesai mengajak aparatur sipil negara bekerja dari ruang tamu, meja makan, atau mungkin sambil sesekali nyeduh kopi di dapur. Kebijakan work from home atau WFH untuk ASN resmi diperpanjang. Bukan seminggu dua minggu, tapi minimal dua bulan lagi.
Artinya, setiap Jumat para ASN masih boleh bekerja dari rumah. Alasan utamanya bukan macet, bukan polusi, melainkan perang yang ribuan kilometer jauhnya belum juga padam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan itu diambil karena konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan dampaknya terasa sampai urusan energi dalam negeri.
“Dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” ujar Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Kalau diterjemahkan lebih sederhana, perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran membuat harga minyak dunia bergejolak. Ketika minyak mahal, konsumsi BBM dalam negeri ikut dijaga. Salah satu caranya, mengurangi orang bepergian ke kantor.
WFH setiap Jumat sebenarnya sudah berjalan sejak 1 April 2026. Pemerintah saat itu menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah hemat energi di tengah ancaman krisis global.
Di rapat yang sama, Presiden Prabowo juga membahas sederet jurus ekonomi lain untuk menjaga pertumbuhan pada kuartal kedua tahun ini. Pemerintah sedang menyiapkan berbagai insentif agar mesin ekonomi tidak kehilangan tenaga.
“Untuk mendorong agar ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak,” kata Airlangga.
Namun WFH tidak berlaku untuk semua orang. ASN di sektor layanan publik tetap masuk kantor seperti biasa. Tenaga kesehatan, petugas keamanan, hingga layanan kebersihan tidak ikut menikmati Jumat kerja dari rumah.
Begitu pula pekerja di sektor strategis lain. Industri, energi, air, pangan, perdagangan, transportasi, logistik, hingga keuangan tetap diminta berjalan normal.
Kebijakan ini sebelumnya mulai ramai dibahas sejak pertengahan Maret 2026 setelah Presiden Prabowo mendorong penghematan konsumsi BBM dalam sidang kabinet. Saat itu, lonjakan harga minyak global mulai menghantui akibat perang di Timur Tengah.
Dengan kata lain, perang yang terjadi jauh di luar negeri kini ikut menentukan ritme kerja birokrasi Indonesia. Rudal diluncurkan di Timur Tengah, pegawai negeri di Indonesia dapat tambahan WFH.
Barangkali ini bentuk terbaru globalisasi. Krisis energi di luar negeri, yang berubah bukan cuma harga minyak, tapi juga jadwal ngantor ASN.