POSTINGNEWS.ID --- Musim 2025/2026 berubah menjadi periode penuh tekanan bagi Real Madrid. Klub raksasa asal Spanyol itu dikabarkan sedang menghadapi konflik internal serius yang membuat performa tim terus menurun sepanjang musim.
Bukan hanya soal hasil di lapangan, masalah terbesar justru disebut datang dari ruang ganti pemain. Ketegangan antar pemain hingga pergantian pelatih menjadi isu yang terus membayangi perjalanan Los Blancos.
Situasi ini bahkan membuat banyak pihak mulai mempertanyakan stabilitas internal klub yang selama bertahun-tahun dikenal punya mental juara kuat.
Kini, nama Jose Mourinho kembali muncul sebagai kandidat utama pelatih baru karena dianggap mampu mengendalikan ego para bintang Madrid.
BACA JUGA: El Clasico Membara! Internal Real Madrid Pecah: Tchouameni dan Valverde Baku Hantam di Ruang Ganti
Konflik Ruang Ganti Jadi Awal Masalah
Permasalahan internal Madrid sebenarnya mulai terlihat sejak awal musim berjalan.
Ketika Xabi Alonso dipercaya menangani tim, harapan besar sempat muncul dari para pendukung. Mantan gelandang legendaris itu dinilai mampu membawa pendekatan modern dan energi baru ke Santiago Bernabeu.
Awalnya, performa tim memang terlihat cukup menjanjikan. Namun situasi mulai berubah setelah konflik antara Vinicius Junior dan Xabi Alonso mencuat pada Oktober 2025 lalu.
Perselisihan tersebut disebut membuat suasana ruang ganti mulai tidak kondusif.
Beberapa laporan menyebut hubungan antar pemain ikut terganggu karena muncul kubu-kubu kecil di dalam tim. Akibatnya, performa Madrid perlahan menurun dan konsistensi permainan mulai hilang.
Tekanan besar akhirnya membuat manajemen mengambil keputusan tegas dengan memecat Alonso di awal tahun.
Arbeloa Gagal Kendalikan Situasi
Setelah pemecatan Alonso, Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk menyelamatkan situasi.
Kehadirannya sempat membawa angin segar bagi tim. Beberapa pemain terlihat kembali tampil lebih nyaman dan atmosfer skuad perlahan membaik.
Namun ketenangan itu ternyata tidak bertahan lama.