Penderitanya juga cenderung lebih sensitif secara emosional sehingga mudah marah, panik, atau merasa kewalahan dalam menghadapi tekanan hidup.
BACA JUGA: 5 Bahaya Third Hand Smoke bagi Kesehatan Keluarga
2. Hipokondriasis: Sedikit Gejala Langsung Takut Penyakit Berat
Hipokondriasis merupakan kondisi ketika seseorang sangat takut mengalami penyakit serius meski gejalanya sebenarnya ringan.
Contohnya, rasa gatal kecil bisa dianggap sebagai tanda kanker kulit. Sakit kepala biasa pun dapat memicu ketakutan berlebihan terhadap tumor otak.
Sob, penderita hipokondriasis biasanya terus mencari informasi penyakit di internet dan sering bolak-balik ke dokter karena rasa cemas yang sulit dikendalikan.
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tubuh baik-baik saja, pikiran tentang penyakit berat tetap terus menghantui.
Kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup karena rasa takut terhadap penyakit menjadi terlalu dominan dalam keseharian.
BACA JUGA:5 Olahan Kentang Sehat untuk Diet: Tetap Kenyang Tanpa Takut Gemuk!
3. Gangguan Konversi: Tubuh Mendadak Kehilangan Fungsi Tertentu
Jenis berikutnya adalah Gangguan Konversi.
Kondisi ini membuat seseorang mengalami gangguan fungsi saraf atau panca indera secara tiba-tiba tanpa penyebab medis yang jelas.
Gejalanya bisa berupa sulit berjalan, tangan terasa lumpuh, kehilangan suara, hingga gangguan penglihatan atau pendengaran mendadak.
Yang membuat kondisi ini unik, hasil pemeriksaan saraf biasanya tetap normal.
Para ahli percaya tekanan emosional berat atau trauma psikologis dapat memicu otak mengubah stres menjadi gangguan fisik nyata.
Karena itu, penanganan gangguan konversi biasanya membutuhkan kombinasi terapi psikologis dan pendampingan medis.
4. Gangguan Dismorfik Tubuh: Terobsesi dengan Kekurangan Fisik
Body Dysmorphic Disorder atau gangguan dismorfik tubuh membuat seseorang terlalu fokus pada kekurangan fisik yang sebenarnya kecil atau bahkan tidak terlihat oleh orang lain.