JAKARTA, PostingNews.id — Markas Besar TNI resmi menunjuk Letnan Jenderal Robi Herbawan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI. Penunjukan itu terjadi di tengah sorotan terhadap institusi intelijen militer usai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus.
Robi sebelumnya menjabat Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan. Ia menggantikan Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo yang memilih mundur setelah empat prajurit BAIS terbukti terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut.
Pergantian pimpinan BAIS sebelumnya sempat dikonfirmasi Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah. Menurut dia, langkah itu diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi atas keterlibatan personel BAIS dalam kasus tersebut.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kepala BAIS,” kata Aulia di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 25 Maret lalu.
Di tengah polemik itu, TNI kini menunjuk sosok lama dari lingkaran intelijen dan Kopassus. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Sirait mengatakan pemilihan Robi merupakan bagian dari proses regenerasi di tubuh TNI.
BACA JUGA:Homeless Media Disebut Mitra Pemerintah, Bakom Istana Bilang Tak Ada Kontrak
“Rekam jejak beliau tepat untuk mengemban amanah pada jabatan Kepala BAIS TNI,” kata Rico melalui pesan WhatsApp, Kamis, 7 Mei 2026.
Rico menyebut Robi dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen pertahanan selama bertugas di lingkungan Kementerian Pertahanan. Selain itu, ia dinilai memahami dinamika strategis dan koordinasi lintas lembaga.
“Beliau sosok yang tenang dan komunikatif,” ujar Rico.
Robi Herbawan merupakan lulusan Akademi Militer 1994. Sebagian besar karier militernya ditempa di Komando Pasukan Khusus, terutama di satuan penanggulangan teror. Tercatat sekitar 12 tahun ia berdinas di unit elite tersebut.
Jenderal bintang tiga itu juga pernah menjadi ajudan Prabowo Subianto saat Presiden RI tersebut masih menjabat Komandan Jenderal Kopassus. Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Robi melanjutkan karier di bidang intelijen.
Pada periode 2016 hingga 2018, saat masih berpangkat kolonel, Robi dipercaya memimpin Satuan Tugas BAIS TNI di Aceh. Setelah itu, jalur kariernya bergeser ke Kementerian Pertahanan hingga akhirnya kini memimpin BAIS TNI.
BACA JUGA:NU Mau Muktamar, Bursa Ketum Mulai Panas, Menteri Agama Sampai Mantan Bos PBNU Ikut Disebut
Penunjukan ini membuat BAIS kembali jadi sorotan. Di satu sisi, TNI menyebut pergantian pimpinan sebagai bagian regenerasi. Namun di sisi lain, pergantian itu terjadi tak lama setelah institusi intelijen militer terseret kasus kekerasan terhadap aktivis sipil.