Serangan di media sosial pun disebut makin brutal. Bukan cuma akun anonim, tapi juga melibatkan tokoh-tokoh besar yang punya pengaruh di ruang publik.
Kalau ditarik ke belakang, ini bukan sekadar cerita satu orang mundur dari partai. Ini soal bagaimana satu figur bisa jadi pintu masuk untuk menyeret nama partai, bahkan lingkar kekuasaan yang lebih luas.
Dan PSI, tampaknya, memilih satu langkah sederhana untuk meredam semuanya. Melepas.