Lagi-lagi Magang Nasional, Janji Manis Upah UMP atau Sekadar Tambal Pengangguran?

Minggu 26-04-2026,13:12 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Pertemuan itu membahas kelanjutan program magang nasional yang kembali didorong pemerintah di tengah tekanan angka pengangguran terdidik.

Dalam keterangannya yang dikutip Ahad, 26 April 2026, Teddy menyebut pembahasan tak hanya soal kelanjutan program, tetapi juga arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan. Ia mengungkapkan program magang nasional periode 2025 hingga 2026 saat ini sudah diikuti 100.000 peserta, dari total sekitar 400.000 pendaftar awal.

“Termasuk Program Magang Nasional 2025–2026 yang sedang diikuti 100.000 peserta magang, dengan jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 400 ribu orang,” kata Teddy.

Pemerintah bahkan berencana menaikkan kuota peserta pada periode berikutnya 2026 hingga 2027. Teddy menilai program ini bisa menjadi pintu masuk bagi lulusan baru untuk meningkatkan keterampilan sekaligus pengalaman kerja.

“Kesempatan pengalaman bekerja, mendapat ilmu dari mentor dan memperoleh upah bulanan sesuai upah minimum provinsi dari pemerintah pusat menjadi dorongan lebih bagi para lulusan sarjana untuk mendaftar,” ujarnya.

BACA JUGA:Rahasia Umur Panjang Terbongkar, Sains Bilang 50 Persen Ditentukan Gen, Sisanya Gaya Hidup

Selain magang, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan vokasi yang menyasar lulusan sekolah kejuruan. Fokusnya tak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menyasar kelompok pekerja rentan.

“Kementerian Ketenagakerjaan juga terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan pekerja, khususnya bagi buruh, pekerja outsourcing, dan pekerja rumah tangga,” ucap Teddy.

Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan sudah mengusulkan penambahan jumlah peserta magang menjadi 150.000 orang untuk periode 2026. Usulan itu disebut masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat.

“Ini baru usulan ya, surat sudah kami sampaikan kepada Pak Presiden,” kata Yassierli dalam rapat kerja bersama DPR yang disiarkan melalui YouTube, Kamis, 9 April 2026.

Namun rencana tersebut belum sepenuhnya aman. Yassierli mengakui pelaksanaan program masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Ia berharap dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, agar program tetap berjalan.

BACA JUGA:Aleksander Hancurkan Persia, Ternyata Bukan Jago Sendiri, Tapi Warisan Bapak

Dalam peninjauan lapangan, Kementerian Ketenagakerjaan menemukan sejumlah cerita dari peserta magang. Mulai dari penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan bekerja di Jakarta hingga peserta yang menggunakan upahnya untuk membantu ekonomi keluarga.

Program ini memang menawarkan harapan. Tapi di balik itu, muncul pertanyaan yang tak kalah penting. Apakah magang benar-benar jadi solusi peningkatan kualitas tenaga kerja, atau sekadar jalan pintas meredam lonjakan pengangguran lulusan baru.

Kategori :