Di tengah pengamanan ketat ini, panitia tetap menemukan berbagai modus curang. Praktik joki masih muncul di beberapa lokasi, termasuk di Universitas Sulawesi Barat.
Selain itu, ada juga peserta yang menggunakan alat bantu tersembunyi. Kasus mencolok ditemukan di Universitas Diponegoro, di mana peserta kedapatan memakai alat bantu dengar untuk menerima informasi dari luar.
Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan alat tersebut bahkan sulit dilepas tanpa bantuan medis.
BACA JUGA:Bangun Tidur Malah Pusing Kliyengan? Jangan Disepelekan 4 Hal Ini yang Jadi Penyebabnya
“Oleh panitia peserta ini harus dibawa ke dokter THT untuk bisa melepas alat bantu itu,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan satu hal. Ujian masuk perguruan tinggi kini bukan hanya soal kemampuan akademik, tapi juga pertarungan antara sistem pengawasan dan kreativitas kecurangan yang terus berevolusi.