Nah, ini yang paling krusial. Karena lahan kita sempit, kita nggak bisa nunggu pembeli datang ke rumah kayak di pasar burung. Sobat harus rajin "tebar pesona" di media sosial. Foto ayam dengan latar belakang yang bersih, ambil video saat mereka beraksi, dan unggah ke komunitas pecinta ayam hias.
BACA JUGA:Pertanyaan Abadi Ayam vs Telur Akhirnya Kelar, Sains Bilang Jawabannya Tak Serumit Debat Warung
Pesan Buat Postingers:
Ternak ayam hias di lahan sempit itu bukan halangan, melainkan tantangan kreativitas. Dengan pemilihan jenis yang tepat dan perawatan yang konsisten, halaman rumah yang tadinya gersang bisa berubah jadi sumber cuan tambahan yang bikin dompet tebal. Jadi, kapan mau mulai bangun kandangnya, Sob?