Santri Didorong Ngebut Kuliah, Kemenag Buka Jalur Kilat S1 ke S3

Jumat 24-04-2026,08:34 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Kementerian Agama mulai membuka keran baru bagi santri yang ingin melesat cepat di dunia akademik. Lewat program Beasiswa Indonesia Bangkit jalur gelar akselerasi 2026, santri kini bisa menempuh pendidikan berjenjang tanpa jeda dari S1 ke S2 hingga S2 ke S3.

Program ini digarap Kemenag bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dan menyasar lulusan pesantren serta alumni pendidikan keagamaan binaan pemerintah. Targetnya jelas, mencetak sumber daya manusia yang bukan hanya paham agama, tapi juga punya daya saing akademik.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag Ruchman Basori menegaskan, tidak semua bisa masuk skema ini. Hanya mereka yang punya rekam jejak prestasi yang akan diprioritaskan.

“Prioritas bagi mereka yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik,” kata Ruchman, Kamis, 23 April 2026.

BACA JUGA:Golkar Dorong Threshold DPRD Naik, Jalan Sunyi Pangkas Suara Rakyat

Lewat skema ini, santri tidak lagi harus menempuh jalur pendidikan secara konvensional yang panjang dan berlapis. Mereka bisa langsung masuk jalur cepat, dengan durasi yang sudah dikunci.

Untuk jalur S1 ke S2, pendanaan diberikan selama 36 bulan untuk S1 dan 12 bulan untuk S2, khusus untuk program Bahasa dan Sastra Arab. Sementara jalur S2 ke S3 mendapat 18 bulan untuk S2 dan 36 bulan untuk S3 di bidang studi Islam.

Peserta hanya diberi satu pilihan kampus dan program studi. Begitu lolos, mereka otomatis mengantongi Letter of Acceptance tanpa syarat dan wajib langsung masuk kuliah pada semester gasal tahun akademik 2026 sampai 2027.

Pendaftaran sudah dibuka sejak awal April dan akan ditutup pada 31 Mei 2026. Seleksi administrasi berlangsung 1 sampai 15 Juni, disusul pengumuman pada 16 Juni. Tes skolastik digelar 25 sampai 29 Juni, hasilnya diumumkan 1 Juli, lalu dilanjutkan wawancara pada 3 sampai 20 Juli. Pengumuman akhir dijadwalkan 27 Juli 2026.

BACA JUGA:Jakarta Mati Lampu! PLN Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Listrik di Sejumlah Wilayah Ibu Kota

Syaratnya relatif standar. Peserta harus warga negara Indonesia, memiliki ijazah sesuai jenjang, memenuhi ketentuan kampus tujuan, serta punya komitmen menyelesaikan studi. Dokumen yang diminta meliputi transkrip nilai, surat rekomendasi, dan berkas pendukung lainnya.

Di balik program ini, Kemenag membawa ambisi besar. Mereka ingin melahirkan generasi cendekiawan muslim yang bukan hanya unggul di atas kertas, tapi juga siap menghadapi tantangan global.

Namun pertanyaan besarnya, apakah jalur cepat ini benar-benar melahirkan kualitas, atau justru sekadar mempercepat produksi gelar tanpa fondasi yang matang.

Kategori :