Prabowo Sebut Iran Keras Kepala, Dunia Nyaris Perang Besar Tapi Masih Bisa Ditahan

Kamis 09-04-2026,10:18 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Dalam pernyataannya, Trump mengaku mendapat dorongan dari pihak Pakistan untuk menahan serangan tersebut, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, yang meminta saya menahan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman, saya setuju menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump.

BACA JUGA:Siap Jadi Idola Gadgeter, OnePlus 16 Bawa Kamera Periskop 200MP! Siap Tantang Dominasi Samsung & Vivo, Sob!

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya kesepakatan awal tersebut.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi defensifnya,” ujar Araghchi.

Ia menambahkan, jalur aman di Selat Hormuz akan dibuka sementara dengan koordinasi militer Iran, sembari menunggu pembicaraan lanjutan dalam beberapa pekan ke depan.

Di tengah semua dinamika itu, pernyataan Prabowo tentang “keras kepala” terasa bukan sekadar komentar. Ada pesan tersirat soal keteguhan, tapi juga risiko, ketika dunia bergerak di antara perang dan diplomasi.

Kategori :