Ngaku Indonesia Paling Aman Saat Perang Dunia, Prabowo Bicara Peluang Duit Konflik Global

Kamis 09-04-2026,09:05 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang terdengar optimistis di tengah bayang-bayang konflik global. Di hadapan pejabat negara, ia bahkan menyebut Indonesia masuk jajaran teratas negara yang paling aman jika perang dunia ketiga benar-benar pecah.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama kementerian, lembaga, hingga BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April 2026. Dari podium, Prabowo menilai posisi Indonesia jauh lebih menguntungkan dibanding banyak negara lain.

“Sekarang kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” kata Prabowo.

Ia juga menepis narasi pesimistis yang sempat muncul dalam demonstrasi bertajuk Indonesia Gelap pada awal 2025. Menurutnya, kondisi nasional justru berbanding terbalik dengan situasi global yang sedang dilanda konflik.

“Bagi saya, Indonesia gelap enggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” ujarnya.

BACA JUGA:Obat Kram Otak! Capek Ngantor? Ini 5 Spot Healing Gratis di Jakarta yang Bikin Pikiran Adem Lagi!

Untuk memperkuat argumennya, Prabowo menyinggung kondisi di Bali yang tetap ramai oleh warga negara asing, termasuk dari Rusia dan Ukraina, meski kedua negara tersebut sedang berperang.

Menurut dia, konflik saat ini terjadi di banyak wilayah dunia. Ia bahkan mempertanyakan negara mana yang benar-benar bebas dari perang.

“Negara mana yang tidak perang sekarang? Kasih tahu,” ucapnya.

Di tengah situasi itu, Prabowo justru melihat peluang ekonomi. Ia menilai pergeseran modal global akibat konflik bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia yang relatif stabil.

Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan Kawasan Keuangan Khusus atau Special Financial Zone untuk menampung arus investasi dari negara-negara yang dilanda perang. Kawasan ini akan menawarkan insentif pajak hingga regulasi yang lebih longgar bagi investor asing.

Nama Luhut Binsar Pandjaitan disebut ikut mendorong gagasan ini, termasuk rencana menjadikan Bali sebagai salah satu lokasi utama.

BACA JUGA:Prabowo Santai Hadapi Isu Lengser, Impeachment Boleh Tapi Jangan Lewat Jalan Gelap

Harapannya, modal dari kawasan konflik seperti Timur Tengah, Rusia, hingga Ukraina bisa beralih ke Indonesia. Dengan asumsi sederhana, ketika negara lain sibuk berperang, Indonesia justru bisa jadi tempat parkir uang global.

Namun di balik optimisme itu, muncul pertanyaan yang tak kalah penting. Apakah stabilitas Indonesia cukup kuat untuk benar-benar menjadi “safe haven”, atau justru terlalu cepat mengklaim aman di tengah dunia yang makin tak pasti.

Kategori :