Prabowo Dituding Menang Tak Demokratis, Saiful Mujani Ajak People Power

Rabu 08-04-2026,08:21 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari lingkar dalam kekuasaan. Mantan Kepala Kantor Staf Presiden Hasan Nasbi menilai seruan tersebut berbahaya dan berpotensi memicu provokasi.

“Mereka itu mengakunya pejuang demokrasi, tapi enggak pernah mau paham apa esensi demokrasi,” kata Hasan pada Selasa, 7 April 2026.

Hasan menegaskan, upaya menjatuhkan pemerintahan sah tanpa jalur konstitusional justru bertentangan dengan prinsip demokrasi itu sendiri.

“Anda ingin mengajak masyarakat untuk menjatuhkan presiden karena perasaan Anda tidak terpenuhi, karena keinginan Anda tidak tercapai, itu sesuatu hal yang tidak bisa diterima,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengaku belum mengetahui pernyataan Saiful. Ia menyebut Presiden saat ini lebih fokus pada urusan strategis negara.

“Saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa,” kata Teddy di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Ia juga menyiratkan bahwa Prabowo kemungkinan tidak ambil pusing dengan kritik tersebut.

“Apalagi Bapak Presiden. Pak Presiden mengurusi hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis,” ucapnya.

Di tengah tarik menarik ini, satu hal jadi jelas. Kritik Saiful bukan sekadar akademik, tapi sudah masuk wilayah politik yang panas. Tinggal pertanyaannya, ini sekadar wacana atau benar-benar bisa jadi bara di lapangan.

Kategori :