POSTINGNEWS.ID --- Mandi menggunakan air dingin sangat cocok kamu lakukan setelah menyelesaikan latihan intensitas tinggi, seperti lari maraton atau angkat beban berat. Paparan suhu dingin ini bekerja secara efektif menyempitkan pembuluh darah dalam waktu cepat, Sob.
Proses ini terbukti secara klinis mampu mencegah peradangan otot yang sering dikenal dengan istilah DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Dengan guyuran air dingin, otot kamu akan terasa jauh lebih segar dan terhindar dari rasa nyeri parah yang biasanya muncul keesokan harinya.
BACA JUGA:Mandi Air Hangat vs Dingin Saat Sahur: Mana yang Bikin Melek Seharian?
Relaksasi Maksimal dengan Air Hangat
Sebaliknya, guyuran air hangat jauh lebih tepat saat kamu sedang membutuhkan relaksasi mendalam, Postingers. Terapi panas ini berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah demi melancarkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh.
Jaringan otot yang semula tegang setelah seharian beraktivitas akan menjadi lebih kendur dan terasa sangat nyaman. Namun, ada catatan penting nih: selalu hindari paparan air hangat jika kamu baru saja mengalami cedera akut seperti terkilir atau bengkak, karena panas justru bisa memperparah peradangannya.
BACA JUGA:Air Hangat Tiap Pagi, Benarkah Bantu Buang Racun dari Ginjal?
Sesuaikan dengan Jenis Latihanmu
Sebagai kesimpulan, selalu sesuaikan pilihan suhu air dengan jenis latihan fisik yang baru saja kamu lakukan. Gunakan metode sensasi dingin untuk meredam radang setelah kamu melakukan sesi latihan yang merusak serat otot (seperti strength training).
Pilih opsi suhu hangat khusus untuk sesi peregangan ringan, yoga, atau sekadar melepas lelah setelah seharian bekerja di depan laptop. Dengarkan selalu respons alami tubuhmu agar hasil akhir dari olahraga menjadi lebih maksimal dan badan tetap bugar, Sob!
Jangan sampai niatnya mau sehat, tapi malah salah pilih suhu air yang bikin otot makin kaku. Jadi, sore ini tim air hangat atau tim air dingin nih, Postingers?